Skip to content

Sebuah Harapan dari Bundaran HI

31 Juli 2017

 

 

RATUSAN orang berkerumun. Puluhan aparat keamanan bersenjata lengkap tanpa disana-sini. Ada yang berdiri di atas jembatan dengan senjata laras panjang.

Ya. Suasana di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Juli 2017 pagi yang cerah itu agak sedikit berbeda. Setiap hari Minggu kawasan ini memang menggelar car free day (CFD) alias terbebas dari kendaraan bermotor dalam rentang jam 06.00-11.00 WIB. Saat itulah warga Jakarta dan sekitarnya tumpah ruah. Mereka berolah raga pagi, walau sebagian lainnya sibuk mencari nafkah dengan berjualan aneka barang, tentu saja termasuk makanan dan minuman.

Perbedaan kali ini dari CFD-CFD biasanya adalah selain penjagaan ketat adalah adanya tenda dengan dominan warna biru di salah satu sudut area Bundaran HI. Tenda berdiri megah di depan pos polisi yang menghadap persis patung dan bundaran air mancur. Ada alat pendeteksi metal atau logam di mulut tenda. Maklum, Minggu pagi itu hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia didampingi menteri kesehatan, menteri perhubungan, kepala Bappenas, Wakil Kepala Polri, serta menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Ada apa?

Saya yang tiba sekitar pukul 06.30 WIB, padahal acara resmi dimulai pukul 07.30 WIB, merasakan aura berbeda. Hingar bingar urusan keselamatan jalan begitu kental pagi itu. Mulai dari dipajangnya beberapa sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan, polisi cilik binaan kepolisian Polda Metro Jaya hingga pesan-pesan berbau keselamatan jalan alias road safety dari pembawa acara.

Pagi itu merupakan Pencanangan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusian Tahun 2017-2018. Jargon yang dilontarkan adalah Stop Pelanggaran dan Stop Kecelakaan. Suatu upaya menggulirkan semangat untuk berlalu lintas jalan yang aman dan selamat untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Lalu lintas jalan yang aman dan selamat, minim fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Pencanangan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keselamatan, menurunkan fatalitas, dan membangun budaya keselamatan berlalu lintas jalan. Mohon bantuan dan dukungan Wapres dan seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan ini berjalan lancar,” kata Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin M, dalam sambutannya, Minggu pagi.

Bak gayung bersambut. Empat menteri yang hadir beserta Syafruddin pun melontarkan ikrar bersama.

“Kami pemangku kepentingan keselamatan jalan mendukung sepenuhnya Tahun Keselamatan Untuk Kemanusian 2017-2018. Stop pelanggaran. Stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan.”

Sebuah ikrar mulia. Sebuah harapan yang mencerminkan kemauan bersama untuk memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan yang saat ini merenggut 70-an jiwa setiap hari di Tanah Air.

“Tugas berat untuk menurunkan fatalitas hingga 20% pada tahun 2020. Butuh kerja sama dan upaya bersama,” tegas Wapres Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pagi itu.

Dia mengaku, semua pemangku kepentingan bekerja dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Misal, ketika menerbitkan surat uji kendaraan seperti KIR jangan asal tanda tangan. Mesti diperiksa dengan seksama sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan gara-gara rem blong. “Semua harus ditata dengan baik, termasuk kereta api dan angkutan umum. Apalagi penjualan mobil semakin banyak. Untuk menurunkan kecelakaan butuh kekompakan,” sergah Wapres lagi.

Kekompakan atau sinergisitas antara para pemangku kepentingan tadi mutlak dibutuhkan. Belajar pada penanganan arus mudik dan balik Lebaran yang mampu menurunkan kecelakaan hingga 30%, seyogyanya sinergisitas seperti itu diterapkan sepanjang tahun. Bukan insidental. Ego sektoral mesti dibabat habis demi para pengguna jalan, demi kepentingan bangsa.

Harapan yang digulirkan Wapres di Bundaran HI menjadi harapan kita semua. Kita ingin fatalitas kecelakaan terus menurun. Target untuk memangkas fatalitas hingga 50% pada 2020 pun diharapkan tercapai. Jangan lupa sepanjang 20 tahun terakhir Indonesia kehilangan 370 ribuan jiwa akibat kecelakaan. Belum lagi sekitar 1,68 juta orang menderita luka-luka.

Oh ya, pada waktu yang hampir bersamaan dengan acara di Bundaran HI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir di Setu Babakan, Jakarta Selatan dalam rangka Lebaran Betawi 2017. Di Setu Babakan, Jokowi melepas 50 kilogram ikan mas ke dalam danau atau setu tersebut. (edo rusyanto)

 

foto: istimewa/ditkamsel korlantas polri

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: