Skip to content

Begini Jadinya Kalau Gagal Mengendalikan Kecepatan

9 Juli 2017

PERNAH suatu ketika menjumpai pesepeda motor yang begitu menggebu memacu tunggangannya. Entah apa yang membuatnya begitu tergopoh-gopoh di tengah keramaian lalu lintas jalan di Jakarta.

Ironisnya, sang pesepeda motor tadi dibuat tak berkutik oleh lampu pengatur lalu lintas jalan (traffic light/TL). Baru saja melesat tak lebih dari lima ratus meter, dipaksa berhenti karena TL berwarna merah. Kejadian itu berulang hingga dua TL selanjutnya. Tak kan lari TL dikejar.

Tak hanya sepeda motor, perilaku serupa juga mudah dijumpai di kalangan pengendara mobil. Apalagi, di jalan bebas hambatan alias jalan tol. Ketika tak ada kemacetan, mobil pun meluncur dengan kecepatan tinggi, bahkan melebihi batas kecepatan yang diizinkan, yakni 100 kilometer per jam (kpj).

Saat melebihi batas kecepatan maksimal, maut sudah mengintai. Maklum, saat kecepatan tinggi, pengendara kerap gagal mengendalikan tunggangannya.

Lalu, berapa sih kecepatan maksimal yang berlaku di Indonesia saat ini?

Regulasi yang berlaku saat ini, Undang Undang (UU) 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pun membedakan kecepatan maksimal di dalam kota, antar kota, di jalan tol, dan di pemukiman. Aturan detail soal batas kecepatan dituangkan di dalam Permenhub No 11 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.

Aturannya begini. Batas kecepatan maksimal adalah 50 kpj. Nah, kalau antar kota bisa 80 kpj, sedangkan khusus untuk pemukiman adalah 30 kpj. Catat.

Berbeda dengan jalan arteri atau jalan umum, batas kecepatan maksimal di jalan tol adalah 100 kpj, sedangkan kecepatan minimal adalah 60 kpj. Faktanya?

Ya. Pelanggaran batas kecepatan maksimal menjadi pemandangan sehari-hari. Buntutnya, kecelakaan lalu lintas jalan pun terus bermunculan.

Menurut Data Korlantas Mabes Polri, pada 2016, perilaku melampaui batas kecepatan alias ngebutt menyumbang sekitar 18% terhadap total kasus kecelakaan. Tahun itu, setiap hari rerata terjadi 20 kecelakaan yang dipicu ngebut. Angka itu naik 6% dibandingkan setahun sebelumnya.

Oh ya, data itu saya kutip untuk periode Januari-September 2016. (edo rusyanto)

grafis: IG kemenhub151

Iklan
One Comment leave one →
  1. 19 Juli 2017 12:18

    Minta izin yah admin yang terhormat untuk post and share di sini
    Peluang menguntungkan, gak perlu keluarin biaya banyak Di Langitqq
    merefrensikan teman dapet bonus dan bonus Refferal 20% seumur hidup
    Mini D3p0 15Rb
    Mini Wd 25Rb
    Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi :
    PIN BBM : D86DE61B
    WA : +855969560855

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: