Skip to content

Di Balik Nestapa Pejalan Kaki Nusantara

3 Juli 2017

PEJALAN kaki menjadi kelompok rentan kecelakaan lalu lintas jalan. Tak hanya di negeri kita, Nusantara tercinta, tapi juga di seantero jagat. Mereka tertabrak oleh kendaraan bermotor yang lalu lalang.

Tak hanya kendaraan bermotor, pejalan kaki juga mengalami nestapa lantaran terlibat kecelakaan dengan kereta api. Hal ini pernah menimpa empat pejalan kaki di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 8 Juni 2017. Peristiwa yang terjadi pada sekitar pukul 05.00 WIB itu merenggut jiwa dua pria dan dua perempuan.

Rel kereta api adalah area khusus, seperti juga dengan jalur bus Trans Jakarta, di Jakarta. Kecelakaan mengenaskan pernah menimpa pejalan kaki bernama Tiara, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Perempuan berusia 15 tahun itu menyeberang di jalur busway dan tertabrak bus Trans Jakarta, Minggu, 30 April 2017.

Pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan jumlahnya tak sedikit. Kasus Endin (43 tahun) dan Ijah (40 tahun) di Jalan Raya Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu, 23 April 2017 malam menjadi salah satu contoh. Keduanya menjadi korban pengemudi bus pariwisata yang tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Selain menabrak pejalan kaki, bus itu juga menabrak mobil Toyota Avanza. Kedua pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan itupun meninggal dunia.

Tak hanya rawan ditabrak mobil, pejalan kaki juga riskan tertabrak sepeda motor. kecelakaan di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Mei 2017 malam dapat menjadi contoh. Ketika itu Marsidi (61 tahun) yang sedang menyeberang jalan tertabrak sepeda motor. Pria itupun meninggal dunia, sedangkan sang penabrak terpaksa harus berurusan dengan polisi.

Ya. Kecelakaan yang menimpa pejalan kaki kerap menyedot emosi warga. Belum lagi tahu siapa yang bersalah, amukan warga kerap tak terkendali seperti kejadian di kawasan Jalan Raya Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 Maret 2017 siang. Metro Mini yang terlibat kecelakaan dengan penyebarang jalan dirusak oleh warga. Sang sopir pun melarikan diri, sedangkan penyeberang jalan, Ejen (50 tahun) menderita luka parah.

Hati-hati Menyeberang

Nestapa yang menimpa pejalan kaki bukan mustahil dipicu banyak aspek. Salah satunya adalah keteledoran sang pejalan kaki ketika hendak menyeberang jalan. Terlebih ketika menyeberang di kawasan khusus seperti di lajur busway, Jakarta.

“Saudari Tiara Ananda Safitri tiba-tiba menyeberang jalan dari arah timur menuju ke arah barat. Karena jarak yang terlalu dekat antara penyeberang jalan dengan busway yang melaju dijalurnya maka terjadilah kecelakaan lalu lintas,” jelas Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto, seperti dilansir republika.co.id.

Pada kasus yang lain, menyeberang jalan secara tiba-tiba maupun tidak memperhatikan kondisi sekitar dapat memicu kecelakaan. Kehati-hatian menjadi mutlak. Sekalipun di sisi lain, para pengendara juga wajib memprioritaskan para pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.

Pejalan kaki dan pesepeda kayuh adalah dua pengguna jalan yang mendapat prioritas ketika berlalu lintas jalan. Ketika hendak menyeberang, pejalan kaki wajib memperhatikan situasi sekitar dan memberi tanda hendak menyeberang. Hal itu terutama ketika menyeberang di kawasan yang tidak memiliki fasilitas penyeberangan jalan, baik itu marka jalan maupun jembatan penyeberangan orang (JPO).

Di sisi lain, para pengendara mutlak memprioritaskan pejalan kaki. Semua ada porsinya di jalan raya. Mulailah dari hal yang dianggap sepele, yakni berhenti di belakang garis setop, bukan di atas marka jalan zebra cross. Area itu merupakan hak pejalan kaki untuk menyeberang jalan.

Mengemudi bukan semata trampil berkendara, tapi juga membutuhkan pengendara yang mampu berlalulintas jalan dengan wajar. Bisa mengemudi saja tidak cukup, tapi juga harus mampu berlalulintas jalan yang aman dan selamat. Setuju? (edo rusyanto)

grafis: ig syahraniazzahramuntaz

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: