Skip to content

Begini Keterlibatan Bus Dalam Kecelakaan di Indonesia

15 Juni 2017

KETIKA baru-baru ini muncul berita kecelakaan bus yang jatuh ke kolong jembatan di Tol Jakarta-Merak, Banten, kita terhenyak. Lalu lintas jalan kita masih mempunyai catatan hitam.

Angkutan umum yang mengalami kecelakaan di jalan tol itu merenggut tiga korban jiwa. Belasan orang lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan bus itu bukan yang pertama pada 2017. Sebelumnya, di belahan lain, kita juga disodori fakta bergelimpangannya anak bangsa di jalan raya lantaran kecelakaan yang melibatkan bus di kawasan Puncak, Jawa Barat. Tahukah bahwa keterlibatan bus dalam kecelakaan ternyata naik tipis pada 2016?

Data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, pada 2016, setiap hari ada sekitar tujuh bus yang terlibat kecelakaan. Angka itu naik tipis, yakni sekitar 1% dibandingkan setahun sebelumnya.

Sementara itu, dari total jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, bus berkontribusi 1,3%. Tahun itu, setiap hari ada sekitar 475 kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Sekalipun jumlah keterlibatannya tak lebih dari 1,3% tapi tak boleh dianggap remeh. Maklum, jumlah korban yang ditimbulkan bisa cukup banyak. Hal itu karena jumlah yang diangkut tentu saja lebih besar dibandingkan jenis kendaraan lain.

Terlepas dari hal itu perlu menjadi perhatian semua pihak khususnya perusahaan angkutan bus dan otoritas terkait angkutan umum. Kerap kita mendengar bahwa pemicu kecelakaan yang melibatkan bus berkutat di aspek kendaraan, khususnya kegagalan sistem rem.

Sekalipun jumlah kasus kecelakaan yang dipicu aspek rem turun 8%, tetap saja perlu menjadi perhatian serius semua kalangan. Tahun 2016, setiap hari rerata ada tujuh kasus yang dipicu masalah rem.

Apalagi, dalam pengecekan angkutan umum jelang mudik Lebaran 2017, terdapat 40% angkutan yang tidak laik jalan. Salah satu unsur tidak laik jalan bukan mustahil adalah sistem pengereman kendaraan.

Data Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa dari 11.600-an angkutan yang diuji, hampir 4.500 kendaraan tidak laik jalan sama sekali. Kita berharap jumlah itu terus menyusut. Harapannya tentu saja agar perjalanan mudik menjadi aman, nyaman, dan selamat.

Oh ya, data tahun 2016 di atas adalah untuk periode Januari-Oktober 2016. (edo rusyanto).

Iklan
One Comment leave one →
  1. gilaroda2ga permalink
    15 Juni 2017 04:29

    Kok bisa lolos uji ya? Hmmm….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: