Skip to content

Ancaman Nyata Ada Dari Arah Depan Kita

11 Juni 2017

ANCAMAN datang dari segala penjuru ketika kita berkendara di jalan raya. Tahukah kita bahwa dari arah depan lebih nyata dan berbahaya?

Betul bahwa ada ancaman dari arah belakang, yakni pengendara yang gagal menjaga jarak aman saat berkendara. Begitu juga pergerakan daru samping entah dari kiri atau kanan jalan. Tapi, sekali lagi, pergerakan lalu lintas jalan menjadi ancaman super serius.

Di masyarakat kita tabrakan depan dengan depan punya sejumlah sebutan. Ada yang menyebutnya adu banteng. Lalu, adu domba. Bahkan, saya pernah mendengar istilah adu jangkrik.

Begitu banyaknya sebutan tadi mengindikasikan bahwa jenis kecelakaan ini kerap terjadi. Pertanyaannya, kenapa tabrakan jenis itu demikian banyak terjadi?

Mari kita sedikit telaah. Saat tabrakan terjadi diawali oleh masing-masing yang terlibat kecelakaan saling tidak melihat ada pergerakan dari arah berlawanan. Atau, salah satunya tidak melihat. Mereja baru menyadari ketika jarak sudah demikian dekat. Terlambat.

Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan bahwa pada 2016, perilaku tidak mewaspadai pergerakan lalu lintas dari depan adalah pemicu kecelakaan paling tinggi. Kontribusi aspek yang satu ini sekitar 23% terhadap seluruh jenis perilaku pengendara yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Tahun itu, terjadi 59 kecelakaan setiap hari lantaran perilaku tersebut. Angka itu naik 1% dibandingkan setahun sebelumnya.

Ironisnya, tabrakan depan dengan depan bisa lebih fatal bila kondisi kecepatan kendaraan sedang tinggi. Misalnya, kecelakaan diawali oleh kecerobohan saat nyalip atau mendahului. Kita tahu, kecepatan kendaraan yang sedang mendahului umumnya lebih tinggi dibandingkan yang didahului.

Pada 2016, perilaku ceroboh saat nyalip menyumbang sekitar 12% terhadap total kecelakaan di Tanah Air. Saat itu, setiap hari terjadi sekitar 30 kecelakaan karena perilaku ini. Miris.

Kembali soal tidak mewaspadai pergerakan lalu lintas dari arah depan. Rasanya, kita dapat mereduksi potensi kecelakaan lewat cara yang amat sederhana, yakni melihat dan terlihat. Melihat sejauh mata memandang ke arah depan. Tujuannya untuk mengantisipasi sekaligus menentukan tindakan apa yang patut diambil.

Prinsip dasar keselamatan jalan (road safety) itu bisa menyelamatkan diri kita saat berkendara. Teruslah fokus dan waspada saat berkendara.

Oh ya, data kecelakaan di atas untuk rentang waktu Januari-Oktober 2016. (edo rusyanto)

Foto: akun instagram jambi_update

Iklan
One Comment leave one →
  1. 12 Juni 2017 09:04

    ngerii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: