Skip to content

Mari Tengok Sejenak Fakta Data Mudik Lebaran Ini

9 Juni 2017

SETIAP tahun saat musim mudik Lebaran tiba kita disodori fakta soal kesibukan disana-sini. Pemerintah dengan segenap instrumennya merupakan kelompok yang paling sibuk.

Media massa dipenuhi pemberitaan bagaimana pemerintah sibuk menjaga pasokan kebutuhan masyarakat agar tetap terjaga dengan aman. Terkait lini ekonomi, bahkan kita disodori fakta soal pasokan uang tunai dengan jumlah triliunan rupiah. Aspek ekonomi menjadi penting karena musim mudik Lebaran ditandai dengan peningkatan konsumsi barang dan jasa.

Di sudut lain, para pelaku ekonomipun tak kalah sibuk memanfaatkan momen. Para produsen barang dan jasa berlomba-lomba memicut hati konsumen untuk memilih produk mereka. Jika itu terjadi uang sudah di depan mata.

Pada saat yang sama, dunia usahapun menebarkan jaring pemasaran seluas mungkin. Jurus pemasaran dikemas dengan program CSR. Program mudik bersama

Semua pihak yang terkait keselamatan transportasi bahu membahu. Sinergisitas dalam menjamin keselamatan berlalu lintas jalan (road safety) demikian kental.

Buahnya pun manis. Fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan dapat dipangkas. Dalam rentang tiga tahun terakhir, yakni 2014-2016, jumlah korban tewas akibat kecelakaan di jalan terus berkurang.

Ketua Global Road Safety Partnership (GRSP) Iskandar Abu Bakar dalam materi paparannya, di Jakarta, Kamis (7/6) menyebutkan korban meninggal akibat kecelakaan musim mudik dan balik Lebaran 2016 sebanyak 504 jiwa. Artinya, bila dengan asumsi musim mudik dan balik adalah 16 hari, setiap harinya ada 32 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Masih dari materi paparan yang sama, terlihat bahwa dalam dua tahun terakhir, 2015 dan 2016, terjadi penurunan korban meninggal masing-masing 16%. Pada 2014, tercatat rata-rata 45 jiwa per hari. Lalu, tahun 2015 sekitar 38 jiwa per hari.

Jumlah kecelakaannya pun dapat ditekan. Pada 2015, jumlah kasus anjlok 23% menjadi 186 kejadian per hari bila dibandingkan 2014. Sedangkan tahun 2016, dapat dipangkas sekitar 9% menjadi rerata 170 kasus per hari.

"Salah satu penyebab kecelakaan adalah kondisi tubuh pengendara, yakni kelelahan dan ngantuk. Memaksakan diri tetap mengemudi padahal mengantuk," kata Iskandar.

Tak dapat dipungkiri bahwa faktor manusia masih menjadi pemegang kendali. Karena itu, perlu terus disosialisasikan bagaimana mengatur manajemen perjalanan mudik yang aman dan selamat. Lewat manajemen yang baik, mekanisme menjaga kebugaran pengendara dapat lebih prima. Mudik pun menjadi aman, nyaman, sehat, dan selamat. Mudik sehat dan mudik selamat. Akur? (edo rusyanto)

Sumber: GRSP Indonesia, 2017

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: