Skip to content

Jangan Lupa, Bikers Dilindungi Dua Asuransi Ini

23 Mei 2017

BARANGKALI lupa, para pesepeda motor atau sering disebut bikers, sejatinya punya dua asuransi. Apa saja itu?

Sebelum sampai ke jawaban atas pertanyaan itu mari tengok sekeliling kita. Amat jarang perbincangan yang mengangkat topik soal asuransi alias proteksi. Entah itu di kedai, tempat kopdar bahkan di lingkungan kerja.

Dalam urusan berlalu lintas jalan, khususnya terkait kecelakaan, masalah asuransi ada diurutan paling belakang. Bahasa kerennya, penanganan pascakecelakaan. Dia berurusan dengan biaya pengobatan hingga soal ahli waris bagi korban yang meninggal dunia. Ketika menyinggung soal ini, rasanya amat langka yang mau celaka.

Kembali soal asuransi yang dimiliki para bikers. Coba periksa isi dompet kita, ternyata disitu tersimpan dua jenis asuransi.

Pertama, asuransi Jasa Raharja. Setiap bikers yang memiliki sepeda motor mutlak membayar yang namanya sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 35 ribu. Nah, SWDKLLJ yang dibayar setiap satu tahun sekali inilah sumber premi asuransi Jasa Raharja.

Saya merasa filosofi Jasa Raharja adalah melindungi orang lain atas tindakan kita. Karena itu, kecelakaan tunggal yang timbul karena diri kita dan menimpa kita tidak mendapat santunan.

Berbeda dengan sejumlah asuransi lain yang beredar di masyarakat saat ini, yaitu memikul semua risiko. Maksudnya, menanggung risiko mulai dari kecelakaan tunggal, karambol hingga beruntun.

Besaran santunan Jasa Raharja beragam. Mulai dari Rp 2 juta, Rp 10 juta hingga Rp 25 juta. Bahkan, memasuki Juli 2017, santunan digandakan 100% oleh pemerintah.

Kedua, asuransi Bhayangkara. Para pesepeda motor yang surat izin mengemudi (SIM) biasanya mengantongi asuransi yang satu ini. Asuransi diperoleh saat membuat atau memperpanjang SIM. Bikers membayar Rp 30 ribu untuk mendapatkannya. Santunan bagi korban kecelakaan yang meninggal dunia sebesar Rp 2 juta.

Bagi para bikers yang berstatus karyawan, mereka punya perlindungan lain, yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja. Bahkan, bagi bikers yang kemudian membeli produk asuransi lainnya, berarti memiliki proteksi lebih dari dua.

Tentu, produk asuransi yang ada saat ini fiturnya berbeda-beda. Misal, ada yang proteksi digabungkan dengan tabungan alias tapro. Sedangkan dua asuransi yang ‘melekat langsung’ kepada bikers saat membeli sepeda motor atau membuat SIM, sifatnya berupa santunan atas kecelakaan yang menimpa dirinya. Apakah perlu proteksi lain? Pilihan ada di tangan sang bikers. Betul? (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: