Skip to content

Melongok Kontroversi Merokok Saat Mengemudi

16 Mei 2017

BANYAK rupa perilaku pengendara saat berlalu lintas di jalan raya. Dari sekian banyak tingkah polah itu sejatinya mengerucut pada dua hal, yakni berkendara yang baik dan benar.

Baik dan benar memiliki dua rujukan berbeda, sekalipun nafasnya sama yakni demi kenyamanan, keamanan, dan keselamatan. Rujukan cara berlalu lintas jalan, tentu saja termasuk berkendara yang baik, bertumpu pada etika dan sopan santun yang berlaku di masyarakat kita.

Ada contoh ekstrim tentang hal ini. Misal, etika di banyak perkotaan kita sulit menerima pesepeda motor memakai pakaian minim seperti sebatas pakaian dalam, apalagi tanpa busana. Tapi, di sejumlah lokasi, terlebih area wisata pantai, memungkin pengendara memakai busana minim hingga nyaris telanjang. Dan, masyarakatnya dapat menerima karena dianggap ikut menggairahkan industri pariwisata setempat.

Sementara itu, berlalu lintas jalan yang benar merujuk pada regulasi yang berlaku dalam hal ini Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tentu, beserta perangkat turunannya seperti peraturan pemerintah (PP), peraturan menteri (permen) atau peratuean kapolri (perkap).

Banyak contoh untuk hal yang ini. Sebut saja misalnya mengemudi sambil berponsel. Regulasi yang berlaku saat ini dengan tegas melarang aktifitas berponsel disambi mengemudi. Aktifitas itu dinilai bisa merusak konsentrasi pengendara. Pada gilirannya, konsentrasi yang terganggu dapat merusak kenyamanan, keamanan, bahkan keselamatan. Sudah banyak contoh kecelakaan yang dipicu aktifitas berponsel di Tanah Air kita.

Lantas, bagaimana misalnya dengan mengemudi yang disambi dengan merokok? Atau, bersepeda motor hanya dengan memakai sendal jepit?

Mari kita telaah sejenak. Orang yang merokok sambil mengemudi mobil atau sepeda motor pasti punya alasan. Entah guna menghilangkan kebosanan lantaran macet berkepanjangan, atau sekadar iseng karena tak mampu menahan ketergantungan untuk merokok.

Apa pun alasannya, aktifitas merokok bukan tanpa risiko. Dampaknya bisa menimpa sang perokok, atau pengguna jalan yang lain. Debu atau bara rokok dapat beterbangan kemana-mana dan hingga di wajah pesepeda motor. Kondisi menjadi runyam manakala abu atau bara tadi sampai mengenai mata. Selain menimbulkan luka terhadap orang yang kena buangan rokok tadi, namun tak menutup kemungkinan memicu terjadinya insiden atau kecelakaan.

Bila memakai asumsi merokok dapat merusak konsentrasi pengendara, patut dipertimbangkan untuk tercantum secara damblang dalam daftar hal yang pantang dilakukan pengendara. Saat ini, merokok tidak disebutkan secara eksplisit seperti berponsel atau sehabis meminum minuman beralkohol.

Padahal, ada sejumlah peraturan daerah (perda) di kawasan Jabodetabek yang melarang aktifitas merokok, walaupun baru sebatas di angkutan umum. Sanksi bagi para pelanggar pun tak tanggung-tanggung. Dendanya mencapai jutaan rupiah yang bisa bikin isi dompet terkuras.

Masih soal merokok. Pesepeda motor dapat mencegah terkena risiko abu atau bara rokok dengan memakai helm yang berpelindung wajah. Memakai helm yang melindungi seluruh bagian wajah (full face) tentu lebih baik sebagai sebuah ikhtiar.

Kalau soal pemakaian sendal jepit saat bersepeda motor, lebih banyak berkutat pada kesadaran meminimalisasi risiko. Tidak ada aturan yang mewajibkan pemakaian sepatu, tapi juha tidak ada larangan memakai sendal.

Ngomong-ngomong, regulasi yang berlaku juga tidak mewajibkan pesepeda motor memakai baju. Tapi, banyak diantara kita memakai busana, bahkan dilengkapi jaket saat bersepeda motor. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. Putra permalink
    16 Mei 2017 15:47

    hhhhmmm….bnyk x larangan…apa yg buat artikel ini tdk prnah mrokok or pkai sendal wktu mngendarai mobil ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: