Skip to content

Bertahan Hidup di Jalan Raya

14 Mei 2017

BELAKANGAN ini kita disodori fakta kian meruyaknya warga bertahan hidup di jalan raya. Mengais rezeki dengan menggunakan sepeda motor.

Si roda dua dijadikan alat angkut orang dan barang. Khusus terkait barang, sang kuda besi mendapat sentuhan modifikasi. Maklum, barang yang diangkut volumenya melebihi kapasitas normal sepeda motor.

Di kampung tempat saya tinggal di pinggiran Jakarta, motor dengan sentuhan modifikasi tadi mudah dijumpai. Ada yang dimanfaatkan untuk menjual makanan siap saji seperti siomay. Tapi, ada juga yang dipakai untuk menjajakan sayur mayur termasuk lauk pauk seperti ikan laut.

Pengendaranya tak sebatas kaum pria. Perempuan pun tampak hadir mengais rezeki di tengah kerasnya kehidupan ibu kota Republik Indonesia tercinta, Jakarta. Mereka mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk dapur tetap mengebul. Uang yang terkumpul untuk biaya hidup termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan pulang kampung.

Di tengah garangnya kehidupan kota metropolitan, terselip peluang untuk bertahan hidup bagi mereka yang gigih. Mereka yang tak kenal lelah untuk berjuang secara halal. Berdagang dengan menggunakan sepeda motor atau mengangkut barang dengan jumlah berlebih bagian dari perjuangan. Kesemua itu demi keluarga tercinta sekalipun memikul risiko.

Bagaimana tidak, keseimbangan mengendarai sepeda motor dengan muatan berlebih merupakan tantangan tersendiri. Butuh kemampuan menjaga keseimbangan agar sang motor melaju dengan normal. Belum lagi, di sisi lain tak jarang kita jumpai sang pengendara tidak mengenakan helm pelindung kepala.

Teori berkendara dengan risiko minim seakan luluh. Entah oleh ketidaktahuan atau ketidakpedulian. Lazimnya kehidupan, bila sesuatu dianggap sebagai kebutuhan, biasanya akan diperjuangkan dan dilakukan dengan sepenuh hati. Tampaknya, membangun keselamatan berkendara sebagai kebutuhan masih harus terus digulirkan. Membangun keselamatan sebagai budaya ketika berkendara perjalanannya masih panjang. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 15 Mei 2017 14:42

    Menginspirasi sekali kak..Buat motifasi dan selalu bersyukur dengan kehidupan saat ini..Makasih kak info dan sharingnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: