Skip to content

Begini Mayoritas Profesi Penerima Santunan Kecelakaan

13 Mei 2017

TAHUKAH kita bahwa jumlah korban kecelakaan yang menerima santunan dalam tiga tahun terakhir terus bertambah? Dalam rentang 2014-2016, bila dibandingkan ternyata meroket sekitar 35%.

Data PT Jasa Raharja yang saya peroleh baru-baru ini mencerminkan kecelakaan masih merenggut banyak korban. Di sisi kasus kecelakaan, jumlahnya juga terus membubung. Pertanyaannya, kenapa itu semua terjadi?

Mari kita kembali ke soal profesi korban kecelakaan penerima santunan. Tahukah kita bahwa kalangan pelajar dan mahasiswa ternyata berada di posisi teratas. Dalam rentang 2014-2016, kelompok ini rerata berkontribusi sekitar 28% terhadap total korban penerima santunan.

Khusus pada 2016, tiga kelompok terbesar penerima santunan kecelakaan adalah sebagai berikut; pertama, pelajar/mahasiswa, yakni 28,12%. Kemudian, kelompok kedua terbesar adalah kalangan wiraswasta (25,20%). Lalu, kelompok karyawan/swasta (16,15%).

Oh ya, total korban kecelakaan yang menerima santunan pada 2016 hampir 130 ribu orang. Sedangkan jumlah santunan yang dikeluarkan untuk para korban itu tercatat sekitar Rp 1,41 triliun.

Kelompok Muda

Saya tertarik soal kelompok pelajar/mahasiswa. Untuk menyegarkan ingatan kita, ini prosentase kontribusi kelompok pelajar dan mahasiswa dalam rentang tiga tahun tersebut. Pada 2014, sebesar 26,41%, sedangkan 2015 dan 2016 masing-masing 29,67% dan 28,12%. Khusus untuk 2015 dan 2016, posisinya nomor wahid diantara keseluruhan korban penerima santunan berdasarkan profesi. Padahal, pada 2014, masih diposisi kedua.

Kok bisa pelajar dan mahasiswa menjadi korban terbanyak penerima santunan kecelakaan? Apakah berarti kian banyak kalangan tersebut yang berlalu lintas jalan? Atau, kelompok ini rentan terhadap kecelakaan lalu lintas jalan?
Tiga pertanyaan yang jawabannya perlu perenungan dan data komprehensif. Lalu, perlu analisis yang mendalam untuk mencari jalan keluarnya.

Tulisan ini belum ke arah itu. Artikel ini sekadar menyodorkan fakta data bahwa dalam rentang tiga tahun terakhir profesi penerima santunan terbesar ada di kelompok usia muda. Kelompok ini sejatinya adalah generasi penerus bangsa. Amat disayangkan bila generasi itu direnggut oleh petaka bernama kecelakaan lalu lintas jalan. Jangan-jangan, kita bakal kehilangan bonus demografi yang kerap didengungkan di media massa. Duh! (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: