Skip to content

Mendidik Mereka Adalah Investasi Jangka Panjang

2 Mei 2017

Untuk menyegarkan ingatan, mari kita lihat data Korlantas Mabes Polri. Data penting tentang keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kecelakaan lalu lintas jalan, entah sebagai korban maupun pelaku kecelakaan.

Sepanjang 2010-2016, setidaknya 184 ribu anak-anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan di jalan. Artinya, setiap hari terdapat 72 anak-anak di bawah usia 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan.

Tunggu dulu, di sisi lain, anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan ternyata juga cukup memprihatinkan. Dalam rentang 2010-2016, sedikitnya tercatat 40 ribu anak-anak yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Angka itu setara dengan sekitar 16 kasus per hari. Miris.

Apa yang ada di benak kita? Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan anak-anak yang notabene pewaris kehidupan bangsa?
Dua pertanyaan yang bisa direnungkan dan silakan dijawab di dalam hati masing-masing. Bagi saya, kita tak boleh tinggal diam.

Langkah paling sederhana adalah mendidik dan mengajarkan bagaimana pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Mengajarkan makna keselamatan jalan (road safety) sejak usia dini adalah mutlak. Begini fondasi road safety sudah tertanam dengan kokoh, ibarat bangunan, dia tahan goncangan.

Mendidik anak-anak adalah investasi jangka panjang. Bahkan, menyelamatkan mereka dari ancaman sang jagal jalan raya. Lalu, apa yang perlu disampaikan kepada mereka?

Kita bisa mengawalinya dengan hal-hal mendasar. Misal, bagaimana cara menyeberang jalan yang aman dan selamat. Kenalkan rambu dan marka jalan yang sehari-hari dijumpai termasuk arti warna lampu pengatur lalu lintas jalan.
Lalu, jika menjadi penumpang sepeda motor, ajarkan untuk memakai helm pelindung kepala. Dan, ketika menjadi penumpang di mobil, biasakan memakai sabuk pengamat (seat belt).

Kenalkan kepada mereka bahwa berkendara bukan persoalan mudah. Ada ketrampilan yang harus dipenuhi. Ada unsur regulasi yang mutlak dilakukan, yakni berkendara mesti memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Betul bahwa mendidik mereka tak semata menempatkan sebagai obyek, tapi juga menjadi subyek edukasi. Mereka bisa diajak dengan cara bermain dan belajar. Tempatkan mereka sebagai mitra aktif. Saling bertukar pikiran dan bisa saling memberi masukan. Intinya, lakukan dengan komunikasi dua arah.

Di luar itu semua, hal yang tak bisa dilupakan adalah beri anak-anak teladan. Memberi contoh kepada mereka termasuk pendidikan yang ampuh. Jangan sampai, apa yang diucapkan berbeda dengan apa yang dilakukan. Setuju?
Selamat Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: