Skip to content

Menyusupkan Ideologi Road Safety di Skill’s Jakarta

24 April 2017

MALAM terus bergulir. Kian malam, makin banyak anggota kelompok pesepeda motor (bikers) yang berdatangan.

Atribut khas bikers mewarnai Carburator Springs, Jakarta Selatan, Sabtu, 22 April 2017 malam. Selain rompi kulit dengan aneka emblem, sepatu boot dan jaket berwarna gelap juga mewarnai pesta para bikers.

Sang tuan rumah, Skill’s Jakarta bahkan menyediakan panggung mini untuk foto bersama. Praktis, bikers yang hadir hilir mudik berpose di panggung yang dilengkapi dengan backdrop bertuliskan logo tuan rumah. Foto sebagai bukti hadir dalam hajatan 17 tahun Skill’s Jakarta.

Selain berdatangan dari Jakarta dan sekitarnya, mereka yang hadir malam itu juga datang dari kota Jember (Jawa Timur), Lampung, dan Bandung (Jawa Barat).

“Kami datang dari Lampung untuk belajar bagaimana mengelola klub motor sampai 17 tahun, sekaligus silaturahmi,” ujar bikers dari Lampung.

Kehadiran saya di tengah mereka atas undangan bro Mario, ketua Skill’s Jakarta. Pria bertubuh tinggi besar itu meminta saya sebagai nara sumber dalam talkshow keselamatan jalan (road safety).

Bagi Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) kegiatan ini merupakan bagian dari Road Safety Movement yang terus digulirkan ke berbagai elemen masyarakat. Upaya menyusupkan ideologi road safety kepada para pengguna jalan. “Kami ingin bertukar pikiran sekaligus sosialisasi safety riding ke teman-teman bikers lewat talkshow road safety,” kata dia.

Talkshow menjadi pembuka rangkaian acara HUT Skill’s Jakarta kali ini. Acara lainnya ada pertunjukan pencak silat, band, dan sexy dancer. Wow!

Topik yang saya pilih untuk talkshow kali ini adalah mengenali kecelakaan dan bagaimana mengurangi risiko. Lewat pengenalan apa saja pemicu kecelakaan lalu lintas jalan diharapkan bisa mengurangi potensi terlibat dalam kecelakaan. “Bagaimana menjaga jarak aman saat di jalan,” tanya Edo, seorang bikers saat sesi tanya jawab.

Sontak saya sodori teori rentang tiga detik antar kendaraan saat melaju di jalan. Teori ini memungkinkan pengendara untuk melakukan respons lebih maksimal saat terjadi situasi kritis. Selain itu, secara gamblang dapat mencegah terjadinya tabrak belakang.

Di bagian lain, peserta diskusi melontarkan pertanyaan terkait helm pelindung kepala. Dua bikers melontarkan pertanyaan seberapa penting memakai helm dan fitur apa yang akan ada di helm pada masa mendatang.

Saya ajak mereka melihat fungsi helm saat mengurangi benturan. Lapisan keras dan bagian dalam helm bisa mereduksi cedera lebih serius dibandingkan bila pesepeda motor tidak memakai helm. Helm mengurangi risiko. Baik itu bersepeda motor jarak dekat maupun jauh.

Melihat fakta yang dilontarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa helm mengurangis risiko kematian sebesar 40%, kedepan diharapkan helm yang diproduksi dapat lebih tinggi daya lindungnya. Fitur yang ada diharapkan lebih melindungi sang pemakai helm dari benturan yang terjadi.

Dalam waktu yang tidak lebih dari satu jam, diskusi kali ini cukup menyedot antusiasme peserta. “Saya merasa banyak manfaatnya,” kata seorang bikers.

Syukurlah. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: