Skip to content

Menjaga Semangat Berlalulintas Jalan yang Aman dan Selamat

16 April 2017

PARA pemasar dan produsen sepeda motor gencar merangsek pasar di Indonesia. Mereka mencoba meraih minat konsumen di pasar yang cukup gurih.
Indonesia adalah pasar ketiga terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. Tiongkok melego dua puluhan juta motor per tahun, sedangkan India menyentuh belasan juta unit. Di negara kita, setiap tahun, tak kurang dari enam juta sepeda motor yang mengguyur pasar. Gurih kan?

Penjualan sepeda motor menjadi moncer karena kendaraan itu dinilai lebih mangkus dan sangkil dibandingkan angkutan umum. Si roda dua dapat membawa penumpangnya dari titik ke titik (point to point). Sekaligus juga dinilai lebih ekonomis dari sisi biaya.

Belum lagi andil lembaga pembiayaan yang gencar memberi fasilitas kemudahan bagi kebanyakan kocek masyarakat kita. Lewat uang muka berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, seorang konsumen sudah dapat membawa pulang sepeda motor yang diidamkannya. Selanjutnya, mencicil dengan tenor bisa mencapai 36 bulan. Tentu saja hal itu untuk sepeda motor entry level yang memang mendominasi pasar saat ini.

Di sisi lain, para pengguna sepeda motor berhadapan dengan hiruk pikuk jalan raya yang ikut disumbangnya. Mulai dari kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas jalan.

Nah, khusus mengenai kecelakaan lalu lintas jalan, sepeda motor kini masih mendominasi kecelakaan di jalan. Kontribusinya mencapai sekitar 71% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Dari sisi jumlah korban kecelakaan pun cukup tinggi.

Siapa yang membekali mereka kemampuan berlalu lintas jalan yang aman dan selamat (road safety)? Apakah semangat mereka untuk bersepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) terus tetap terjaga? Tidak turun naik diterpa emosi yang menggila lantaran kehidupan yang melelahkan?

Berangkat dari sana, sejak sepuluh tahun lalu saya menyusup ke kantong-kantong kelompok pengguna sepeda motor untuk ikut menebarkan semangat safety riding maupun road safety. Respons mereka beragam. Mayoritas menerima dengan baik, antusias ingin lebih aman dan selamat ketika berlalu lintas jalan. Pekerjaan rumahnya adalah menjaga semangat mereka.


Para pemasar dan produsen sepeda motor pun ada yang menyadari hal itu. Keselamatan konsumen mereka mesti dijaga guna membeli kembali produk yang ditawarkan (repeat order). Produsen pun berkepentingan untuk tetap menjaga agar citra sepeda motor bukan alat pembunuh di jalan raya. sepeda motor adalah solusi bagi karut marutnya transportasi kota.

Kembali soal menjaga semangat anggota kelompok pengguna sepeda motor. Tak heran ketika bro Lubis mengajak saya bertukar pikiran soal keselamatan jalan di ajang ulang tahun dan deklarasi Jakarta Vixion Club (JVC), saya pun menerimanya dengan terbuka. “Nanti acara Eyang Edo dibikin sore hari, sebelum acara mereka yang berlangsung malam hari,” tutur bro Lubis yang sehari-hari aktif di Blackmotor Community (BMC), saat berbincang dengan saya di Jakarta, Selasa, 4 April 2017.

Acara berlangsung di Mal MGK, Kemayoran, Jakarta Pusat. Persisnya di pelataran mal yang banyak menjual aksesoris otomotif tersebut. Sabtu, 15 April 2017, ketika saya tiba sekitar pukul 15.30 WIB terlihat puluhan anggota kelompok pesepeda motor sudah meramaikan pelataran pintu masuk mal yang disulap menjadi arena acara.

“Eyang Edo mulai sekitar jam lima sore yah, kami persiapkan alat-alatnya dulu,” tutur bro Raka dari JVC.

Etika dan Emosi

Diskusi digelar persis di pintu masuk MGK Kemayoran. Para anggota kelompok pesepeda motor yang berdatangan dari berbagai kelompok dan kota itu duduk tertib di lantai. Mereka ada yang datang dari Jakarta dan sekitarnya. Lalu, dari Jogjakarta hingga Lampung. “Nanti juga ada yang datang dari Bandung,” papar bro Iwan.

Saya dibantu sist Risma yang menjadi master of ceremony (MC) sekaligus pemandu diskusi. Topik yang saya angkat kali ini adalah ‘Mencegah Kecelakaan dengan Berkendara yang Aman dan Selamat.’

Dalam memudahkan pendistribusian pesan, selain dibantu MC, saya memakai audio visual termasuk video kasus kecelakaan yang menimpa pesepeda motor. Cara itu cukup manjur menarik minat peserta.

“Apakah ada aturan yang melarang orang naik motor saat sakit dan mabuk?” tanya bro Aja, salah satu peserta diskusi.

Kami pun bertukar pikiran soal itu. Merujuk pada regulasi yang berlaku, yakni Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), setiap pengendara wajib berkonsentrasi. Kondisi mabuk, mengantuk, sakit hingga lelah dikategorikan sebagai aspek-aspek yang merusak konsentrasi. Karena itu, dengan tegas dilarang. Maklum, saat konsentrasi buyar bukan mustahil memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Kalau itu terjadi merugikan banyak kalangan.

“Tapi, kalau naik motor pakai celana pendek atau sedengkul apakah dilarang?” tanya bro Bayu, peserta yang lain.

Pendekatan menjawab pertanyaan ini merujuk pada cara berkendara yang benar dan berkendara yang baik. Cara yang benar adalah merujuk UU atau aturan hukum, sedangkan berkendara yang baik merujuk pada etika. Tidak ada regulasi yang mengatur pemakaian celana panjang, tapi ada etika yang terkait hal itu. Walau, dari sisi keselamatan, celana panjang bisa sedikit mengurangi gesekan kaki bagian atas ketika pesepeda motor terjerembab di jalan.

“Kalau menghadapi orang yang memotong jalan kita bagaimana?” tanya bro Egi.

Emosi memegang peranan penting ketika berlalu lintas jalan. Mengendalikan emosi agar tak meledak-ledak dapat meredam potensi terjadinya gesekan sosial, bahkan kecelakaan. Maklum, emosi berlebihan bisa merusak konsentrasi. Karena itu, langkah meredam emosi salah satunya adalah dengan berpikir positif dan tentu saja tidak terpancing provokasi. Tidak ada salahnya juga mendoakan keselamatan bagi mereka yang barangkali lupa berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

Langit sudah semakin mendung ketika diskusi rampung. Sebelum pamit kembali ke rumah, para peserta pun berfoto bersama dengan saya.

Satu lagi langkah kecil untuk menjaga semangat berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Semoga berfaedah. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 17 April 2017 06:34

    Ajib eyang,.. Lanjutkan

  2. 20 April 2017 10:04

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: