Skip to content

Video Ini Membuktikan Risiko Ketika Tergoda di Persimpangan Jalan

14 April 2017

MALAM di perempatan jalan kadang menggoda sebagian orang. Bukan semata tergoda melihat pemandangan yang ada, tapi juga tergoda hal lain. Salah satunya, memacu kecepatan kendaraan alias ngebut.

Persimpangan jalan, entah itu pertigaan atau perempatan jalan, ketika malam memasuki dini hari umumnya lengang. Arus kendaraan bermotor sudah menyusut dibandingkan pagi, siang, atau sore hari. Saat itulah godaan hadir.

Bagi yang tidak kuat menahan godaan, punya beragam alasan untuk memacu laju kendaraannya. Entah itu karena tidak ingin terlambat tiba di tujuan. Lalu, menghindari risiko dari gangguan keamanan hingga ada hal darurat yang harus diselesaikan.

Apapun itu alasannya, video ini membuktikan bahwa memacu kecepatan tingi di perempatan jalan saat malam hari berisiko tinggi. Coba perhatikan, malam itu perempatan jalan sebenarnya masih disibukkan oleh kendaraan yang wira-wiri. Entah kenapa sebuah mobil ngebut dan tiba-tiba dari arah lain ada pesepeda motor melaju. Brak!

Pesepeda motor terpelanting. Tunggangannya melintir di permukaan aspal. Ajaib, sang pesepeda motor bangkit dan berjalan tertatih-tatih menuju sepeda motornya. Entah kelanjutannya apa.

Video dari rekaman dinas perhubungan kota Medan, Sumatera Utara itu memperlihatkan bahwa ada risiko terpendam di persimpangan jalan. Sekalipun posisi kita dalam kondisi berhak melaju karena lampu pengatur lalu lintas jalan berwarna hijau, tak berarti menyurutkan kewaspadaan. Memperhatikan situasi sekitar menjadi mutlak. Khawatir ada pengguna jalan lain yang nekat. Menerobos lampu merah.

Saat kecelakaan lalu lintas jalan terjadi, semua pihak dalam posisi merugi. Tentu saja bagi sang pelaku, kerugian bisa lebih besar lagi karena terbuka peluang berujung ke persoalan hukum. Pidana penjara dan denda sudah menanti. Kecelakaan selalu berdampak luas.

Lantas, mesti bagaimana?

Sangat mudah menjawab pertanyaan itu. Melipat gandakan kewaspadaan saat melintas di persimpangan jalan. Melaju dengan normal dan tetap mengikuti aturan yang ada. Ketika alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) berwarna merah, berhenti. Saat hijau, perlahan melintas. Pastikan tidak ada pergerakan kendaraan yang berisiko memicu terjadinya kecelakaan. Jajal deh. (edo rusyanto)

foto: istimewa

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: