Skip to content

Biasakan Mendahului dengan Cermat

13 April 2017

SEBUAH video pendek kecelakaan lalu lintas jalan masuk dalam pesan grup whats app. Awalnya, saya tidak begitu antusias. Belakangan, setelah melihat berulang-ulang, menggoda saya menulis artikel ini.

Bagaimana tidak, rekaman dalam video itu memperlihatkan peristiwa yang semestinya bisa dihindari. Dalam tayangan video berdurasi tak lebih dari satu menit itu tampak pesepeda motor yang berbenturan dengan sebuah bus. Kejadiannya di tikungan jalan.

Bus hendak berbelok ke kiri jalan dan sudah menyalakan lampu penunjuk arah alias lampu sein. Tiba-tiba sang pesepeda motor memaksakan diri ikut belok ke kiri. Jadilah benturan. Brak!

Sang pesepeda motor terjatuh. Begitu juga tunggangannya. Sepeda motor terlindaa roda belakang, sedangkan sang pesepesa motor tergulung roda depan bus.

Ajaib, sang pesepeda motor dapat bangkit. Bahkan, berlari menjauh dari lokasi dia terjatuh. Sementara itu, si kuda besi teronggok di atas aspal.

Cermat Mendahului

Ya. Kecelakaan di tikungan jalan masih menjadi momok di jalan raya. Di tikungan jalan yang tajam bahkan kian rawan akan kecelakaan.

Kecelakaan yang terjadi bisa disebabkan dua hal utama, yakni pertama, nekat mendahului di tikungan. Dan, kedua adalah area blind spot.

Mendahului di tikungan jalan amat riskan. Area pandang pengendara yang hendak mendahuli amat terbatas untuk mendeteksi pergerakan kendaraan dari arah berlawanan. Hal ini kian rawan ketika kondisi tikungan demikian tajam.

Karena itu, umumnya di area tikungan jalan dibuat garis putih lurus untuk membasi pergerakan kendaraan dari kedua arah. Kecelakaan terjadi ketika pengendara yang nekat mendahului di tikungan pergerakannya melebar melibas marka jalan tadi sehingga memakan ruang jalan dari arah berlawanan. Tak heran jika saran para pegiat keselamatan jalan adalah tidak mendahului di tikungan jalan, terlebih tikungan tajam.

Sementara itu, kecelakaan yang dipicu area blind spot atau area tidak terlihat, terjadi karena salah satu kendaraan memaksakan diri di tikungan. Kecelakaan jenis ini terjadi ketika sama-sama satu arah.

Misal, pesepeda motor yang ukurannya lebih kecil dibandingkan mobil, memaksakan diri masuk di kiri jalan untuk mendahului mobil yang juga sama-sama hendak berbelok. Amat mungkin pengendara mobil tidak dapat melihat ada pergerakan sepeda motor itu karena di kaca spion mobil tidak tampak ada pergerakan motor.

Selain itu, perhatikan juga bahwa mendahului lebih aman dan selamat dari sisi kanan. Hal itu mengingat Indonesia menerapkan pola berkendara di lajur kiri jalan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: