Skip to content

Kemacetan Kian Menggila di Jakarta

8 April 2017

BEBERAPA hari belakangan kemacetan lalu lintas jalan kian menggila di kota Jakarta. Waktu tempuh bertambah dua hingga tiga kali lipat.

Biasanya, dari Senayan ke Balai Kartini, Jakarta Selatan hanya butuh tak lebih dari 30 menit. Namun, pada Kamis, 6 April 2017 sore, saya membutuhkan waktu sekitar 100 menit.

Sore itu arus kendaraan nyaris tak bergerak. Jalur yang saya lintasi lumpuh total. Laju sepeda motor beringsut meter demi meter. Kesabaran benar-benar diuji.

Jalur yang saya lintasi menemui dua titik yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan infrastruktur. Titik pertama di Semanggi. Di areal ini sedang berlangsung pembangunan simpang susun. Praktis laju kendaraan super tersendat.

Titik kedua perempatan Kuningan. Saat ini, di pertemuan Jl Gatot Subroto dengan Jl HR Rasuna Said dan Jl Raya Mamppang itu sedang ada pembangunan underpass. Kelak, jalan di bawah tanah itu memiliki panjang sekitar 800 meter menghubungkan Jl Raya Mampang dengan Jl HR Rasuna Said.

Masih dalam satu lintasan jalan ada titik ketiga, yakni Pancoran, Jakarta Selatan. Di dekat Patung Pancoran yang legendaris itu sedang ada pembangunan jalan layang alias fly over.

Di Pancoran, dalam waktu bersamaan juga ada proyek pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT). Dampak pembangunan ini lajur kendaraan berkurang dari empat menjadi satu. Sempit.

Bahkan, masih di kawasan perempatan Pancoran, diberlakukan sistem buka tutup sepanjang 7-11 April 2017. Penutupan dilakukan khusus arus kendaraan dari arah Jl MT Haryono ke arah MBAU di Jl Gatot Subroto. Penutupan dilakukan untuk rentang waktu pukul 23.00-04.00 WIB.

Pembangunan infrastruktur di tiga titik tadi praktis menimbulkan penyumbatan di sana-sini. Ekor kemacetan tercipta hingga ke jalan-jalan yang menuju dan keluar area itu. Saat hari kerja, saya lihat kemacetan berlangsung hingga tengah malam.

Kondisi ini setidaknya bakal berlangsung hingga Desember 2017. Bahkan, bisa jadi hingga 2018.

Para pengguna jalan mesti mempertebal rasa sabar. Meredam emosi sekaligus menjaga stamina. Maklum, kelelahan akibat didera kemacetan bukan mustahil merusak konsentrasi. Pada gilirannya bisa memperlebar celah terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 9 April 2017 16:25

    Macet, pegel 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: