Skip to content

Lima Lalai yang Bisa Bikin Fatal

26 Maret 2017

TAHUKAH kita bahwa lalai sekali saja di jalan raya bisa menimbulkan pedih berkepanjangan? Kepedihan mencuat lantaran kelalaian yang dilakukan pengendara berujung kecelakaan lalu lintas jalan.

Mari kita telusuri sejenak, kelalaian apa saja yang bisa bikin penderitaan.

Sebelum lebih jauh, kita samakan dahulu persepsi tentang lalai. Menurut kamus bahasa Indonesia, lalai berarti kurang hati-hati, tidak mengindahkan kewajiban, dan lengah.

Dalam kasus kecelakaan lalu lintas jalan, seseorang dapat divonis lalai jika tidak melakukan yang semestinya dilakukan. Kalau hal itu sudah disimpulkan majelis hakim, runyam deh.

Bagaimana tidak, hukuman denda dan pidana penjara sudah di depan mata. Syukur-syukur pengacara terdakwa bisa meyakinkan hakim untuk mendapat hukuman percobaan. Tapi, apapun itu rasa hidup menjadi getir.

Nah, mari kita urai kelalain yang bisa menyeret kita dalam lembah penderitaan.

1). Saat Mendahului

Saat mendahului di jalan raya tak bisa seenaknya. Ada tata krama dan aturannya. Dalam keseharian, para pegiat keselamatan jalan menyebutnya SEE, yakni kependekan dari see, evaluate, dan execute. Mendahului tanpa perhitungan adalah gegabah. Buahnya getir, misal, tabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

2). Berpindah Lajur/Berbelok
Menyepelekan langkah-langkah untuk berbelok atau pindah lajur yang aman dan selamat bisa bikin fatal. Para pengendara diwajibkan menyalakan lampu penunjuk arah (sein) dan mematikannya setelah berbelol/pindah lajur. Bila itu tak dilakukan amat mungkin memicu tabrak belakang dan samping.

3). Mengatur Kecepatan

Kelalaian yang amat mematikan adalah tidak mengatur kecepatan sesuai regulasi yang berlaku. Melaju dengan menembus batas kecepatan maksimal amat rentan memicu kecelakaan fatal. Tahukah kita bahwa kecepatan maksimal di dalam kota adalah 50 kilometer per jam?

4). Mengamati Situasi

Kelalaian akibat tidak mengamati situasi dapat terjadi hampir di setiap aktifitas berlalu lintas jalan. Misal, saat berbelok, mendahului, bahkan saat akan menambah kecepatan. Situasi yang mutlak dicermati adalah pergerakan kendaraan atau orang di sekitar lokasi berkendara.

5). Menjaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman saat berlalu lintas jalan dapat memininalisasi potensi tabrak belakang, bahkan tabrakan beruntun. Memakai waktu tiga detik antar kendaraan menjadi solusi keamanan dan keselamatan berlalu lintas jalan. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 27 Maret 2017 11:09

    Saya sering banget lalai dalam mengatur jarak aman. Beruntung saya belum pernah mengalami kecelakaan 😦

  2. 4 April 2017 00:45

    setuju kaka
    beli ruby seven knight dengan pulsa telkomsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: