Skip to content

Peristiwa Tak Sedap Gara-gara Parkir Sembarangan

22 Maret 2017

“Kaya tapi kamseupay. Jangan ditiru.”

Begitu kalimat yang ditorehkan Walikota Bandung Ridwan Kamil di akun media sosial instagram miliknya, baru-baru ini.

Di atas tulisan kalimat itu dipajang sebuah foto mobil mewah yang sedang parkir di trotoar kota Bandung.

Sontak foto itu menjadi viral. Banyak komentar miring dari para netizen. Mayoritas menilai bahwa perilaku parkir sembarangan itu mencabik-cabik rasa keadilan para pejalan kaki.

Belakangan ini kian mencuat gaya parkir sembarangan para pengendara di Bandung maupun di kota-kota besar lainnya termasuk di Jakarta. Gaya parkir sembarangan yang dimaksud adalah nangkring seenaknya di trotoar jalan yang notabene hak para pedestrian.

Ada yang parkir di trotoar depan sekolah. Seakan-akan lembaga pendidikan formal itu ikut secara diam-diam mengajarkan perilaku melanggar aturan.

Lalu, ada juga yang parkir di depan kantor atau instansi pemerintah. Berderet sepeda motor memadati trotoar. Instansi yang semestinya ikut menegakkan aturan malah ikut merobohkan supremasi regulasi. Pokoknya lengkaplah sudah.

Peristiwa tak sedap pernah mencuat di Jakarta. Seorang bapak menolak mobilnya diderek petugas suku dinas perhubungan lantaran parkir sembarangan. Bahkan, pria tadi sampai nekat tidur di depan mobil derek sambil melemparkan sumpah serapah.

Belakangan sang pria itu menyadari kekeliruan yang sudah diperbuatnya. Penindakan atas parkir sembarangan pun berlanjut.

Tak hanya aksi tidur di depan mobil. Ada juga aroma tak sedap lainnya dari kasus parkir sembarangan. Petugas yang notabene menjalankan amanah undang undang dimaki-maki dan dipukul. Seolah kekerasan fisik menjadi solusi atas perilaku yang melanggar hukum. Dunia menjadi terbolak-balik. Mereka yang salah malah marah-marah.

Banyak peristiwa tak sedap lainnya. Tapi, kalau direnungkan lebih jauh hanya bertumpu pada satu persoalan, yakni perilaku tidak disiplin. Apapun pembenarannya, parkir sembarangan tak lepas dari kelakuan sang pelaku yang tidak mau disiplin. Herannya, saat hendak disiplinkan malah menantang. (edo rusyanto)

Foto: bro Supri

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: