Skip to content

Sopir Dipenjara Gara-gara Kernetnya Meninggal

20 Maret 2017

BEBAN seorang sopir tidak ringan. Apalagi jika yang dibawa adalah bus angkutan umum. Keselamatan penumpang menjadi tanggungannya, termasuk sang kernet bus.

Peristiwa yang dialami Subadi, kita sebut saja demikian, memperlihatkan hal itu. Kecelakaan lalu lintas jalan tak terhindarkan ketika suatu hari sedang membawa penumpang antar kota. Dini hari saat kejadian, bus yang dikemudikannya menghantam bagian belakang truk yang sedang mogok di kiri jalan.

“Saya tidak mendengar suara klakson maupun suara rem saat kejadian, hanya mendengar suara benturan keras,” tutur sang sopir truk yang menjadi saksi di pengadilan.

Peristiwa pada enam tahun lalu itu merenggut satu korban jiwa dan lima korban luka. Saat kejadian, bus mengangkut 51 penumpang. Korban yang meninggal adalah kernet bus alias asisten sang sopir dalam mengoperasikan kendaraan. “Saya baru melihat truk mogok di bahu jalan dari jarak kurang lebih lima meter,” tutur Subadi yang sudah berpengalaman sekitar dua puluh tahun sebagai sopir.

Dia mengaku, saat kejadian kecepatan busnya sekitar 70 kilometer per jam. Situasi lalu lintas jalan sepi, sedangkan kondisi jalan beraspal baik dan cuaca gerimis.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membidiknya dengan Pasal 310 ayat 2 (dua) dan empat (4) Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tuntutan yang dilayangkan sebesar satu tahun penjara dan denda Rp 500 ribu.

Setelah melewati proses pencaharian keadilan. Tentu termasu mendengarkan para saksi-saksi, majelis hakim punya keputusan sendiri. Subadi akhirnya divonis pidana penjara sembilan bulan. Sang sopir harus mendekam di balik jeruji penjara.

Peristiwa itu tentu bukan hal ringan bagi Subadi maupun para sopir lainnya, bahkan termasuk kita. Kecelakaan lalu lintas jalan pasti menyakitkan. Apalagi jika harus ditambah dengan memikul beban dipidana penjara. Jangankan sembilan bulan, satu hari saja dikurung dalam tahanan sudah menjadi penderitaan yang menyiksa.

Oh ya, sang sopir dinilai tidak berkonsentrasi mengemudikan kendaraannya. Dia dianggap lalai sehingga menimbulkan kecelakaan yang berbuntut korban jiwa dan korban luka-luka. (edo rusyanto)

foto ilustrasi: bus penumpang pesawat di bandara

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: