Skip to content

Saat Marka dan Rambu Dianggap Hiasan

17 Maret 2017

ADA anekdot bernada sinis di masyarakat kita, peraturan dibuat untuk dilanggar.

Di jalan raya, anekdot itu benar-benar jadi kenyataan. Rambu dan marka jalan dianggap hiasan. Tak heran bila karut marut lalu lintas jalan begitu terlestarikan. Termasuk, angka kecelakaan.

Kok bisa?

Mari lihat sekeliling kita. Rambu yang semestinya hadir membuat lalu lintas jalan jadi nyaman justeru dilabrak. Sebut saja misalnya, rambu larangan parkir, berhenti, bahkan larangan ngetem dengan mudah diinjak-injak.

Begitu juga dengan marka jalan. Mulai dari garis batas berhenti, zebra cross hingga marka dilarang melintas luluh lantak diterabas.

Daftarnya bisa panjang. Apalagi jika ditambah soal lampu pengatur lalu lintas. Nggak cukup seharian ngulasnya.

Sempat terbersit soal latar belakang pelanggar marka dan rambu. Mereka bisa jadi memang tidak tahu maknanya. Lalu, sekadar ikut-ikutan. Selain itu, sudah tahu tapi tidak mau tahu alias tidak peduli. Pertanyaannya, sampai kapan?

Jika jawabannya adalah sampai tidak mampu lagi melanggar, pantaslah jika lalu lintas jalan kita demikian subur dengan para pelanggar. Tapi, kalau jawabannya adalah sampai merasa dirugikan oleh pelanggaran yang dilakukannya, masih ada peluang diubah.

Tentu saja pengubahannya tidak serta merta. Butuh tahapan. Modal dasarnya adalah kemauan di dalam diri. Ibarat kata, kemauan di dalam diri adalah faktor pendorong. Sedangkan diluar diri yang bersangkutan adalah faktor penarik.

Kedua faktor tadi saling berebut untuk menang. Saya termasuk yang yakin bahwa faktor pendoronglah yang berpeluang paling besar untuk menang. Asal saja diberi fondasi keselamatan sebagai kebutuhan. Dijamin. Jajal deh. (edorusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: