Skip to content

Mau Belok ke Rumah Malah Bikin Kecelakaan Parah

14 Maret 2017

RIDUANT, kita sapa saja demikian, tak pernah menyangka hari itu menjadi kelam. Niatnya hendak berbelok ke rumah, justeru menimbulkan kecelakaan parah.

Senja baru saja beranjak menuju malam ketika pria berusia lima puluh tahunan itu hendak memasukan mobil ke garasi rumah. Untuk itu dia harus berbelok ke kanan dari arah kedatangan. Belum lagi seluruh badan mobil masuk ke garasi benturan pun terjadi dengan sebuah sepeda motor. Dua orang yang ada di sepeda motor itu pun terpental.

“Satu orang masuk ke parit, tenggelam dan akhirnya meninggal dunia di tempat,” ujar seorang saksi.

Satu orang lagi yang menjadi pengendara, menderita luka akibat terpental. Jiwanya selamat.

Kasus pun bergulir ke meja hijau. Dalam persidangan Riduant mengaku dirinya gugup sebelum kecelakaan terjadi. Sekalipun sudah menyalakan lampu penunjuk arah (sein) untuk berbelok tak mampu menghindarkan dirinya dari petaka jalan raya itu. “Mobil berbelok mendadak, jarak sudah sangat dekat sekitar empat meter. Saya coba buang ke kiri, tapi tetap nabrak. Saat itu, mata saya silau kena lampu mobil,” ujar sang pengendara motor.

Saat peristiwa itu terjadi lima tahun lalu, waktu menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Jalan dalam kondisi lurus dan cuaca hujan deras.

Riduant akhirnya duduk sebagai terdakwa. Dia dibidik dengan pasal 310 ayat 4 Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa untuk dijatuhi pidana penjara selama enam bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan.

Perjalanan mencari keadilan berlangsung sekitar empat bulan. Majelis hakim menilai terdakwa dalam mengemudikan kendaraan seharusnya memperhatikan keadaan sekeliling. Tentu saja harus selalu waspada terhadap kendaraan yang melintas pada saat terdakwa membelokan kendaraannya ke kanan menuju rumah. Selain itu, menjaga keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan bagi pemakai jalan.

Akibat kelalaian terdakwa terjadilah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan satu korban luka dan satu orang meninggal dunia. Majelis hakim akhirnya menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman pidana penjara
selama enam bulan dan percobaan 10 bulan.

Ada lima hal yang meringankan Riduant, yakni bersikap sopan dan menyesali perbuatannya. Lalu, mengakui segala perbuatannya dan sudah melakukan perdamaian dengan pihak keluarga korban. Selain itu, mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum. Sedangkan hal yang dinilai memberatkan adalah perbuatan terdakwa menyebabkan orang lain meninggal dunia. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: