Skip to content

Dinilai Sengaja Bikin Kecelakaan Bisa Kena 12 Tahun

11 Maret 2017

SAAT video angkot menabrak warga anggota angkutan online di Tangerang, Banten menjadi viral baru-baru ini kita jadi ngeri. Korban pun jatuh dan belakangan, pada Jumat, 10 Maret 2017, polisi menyatakan bahwa sang penabrak berhasil dibekuk petugas.

Kepolisian menyatakan bahwa sang pelaku menabrak dengan sengaja. Kasus itu rentetan dari gesekan diantara akar rumput terkait dengan meluasnya angkutan online. Mereka yang sama-sama mengais rezeki dari angkutan di jalan saling melakukan protes.

Peristiwa menabrak dengan sengaja itu dapat dilihat juga dari perspektif lain, yakni kecelakaan lalu lintas jalan. Maksudnya, jika kita merujuk pada aturan yang berlaku saat ini bisa jadi sang pelaku kena jerat hukuman yang amat berat.

Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memang punya defenisi. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

Defenisi itu amat jelas bahwa kejadiannya tidak diduga. Namun, tahukah Anda bahwa di pasal yang lain, yakni 311 ada aturan terkait dengan kesengajaan. Pasal itu bilang bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang bisa dikenai sanksi. Tidak tanggung-tanggung, sanksi nya berupa denda dan pidana penjara.

Mari kita tengok pasal 311 tersebut.

(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan
Pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 juta.

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 8 juta.

(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 20 juta.

(5) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Oh ya, UU 22/2009 tentang LLAJ menegaskan bahwa bila terdapat unsur kesengajaan sang pelaku dapat dikenakan sanksi pidana yang jauh lebih berat. Hal ini dimaksudkan agar dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran dengan tidak terlalu membebani masyarakat. Karena itu, UU tersebut mengkategorikan pasal 311 sebagai kejahatan, bukan pelanggaran.

Tuh, berat kan? (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: