Skip to content

Pemandangan Memikat di Sudut Pasar Kramat Jati

10 Maret 2017

SIANG itu langit cerah. Padahal, hari-hari sebelumnya Jakarta gencar diguyur hujan. Sepanjang Februari dan awal Maret 2017, hujan tak mengenal waktu. Bisa datang pagi, siang, bahkan tengah malam.

Sudut jalan di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur diramaikan oleh lalu lalangnya kendaraan bermotor, Kamis, 9 Maret 2017 siang. Hampir semua jenis kendaraan bermotor tumplek-blek. Belum lagi ditambah para pendorong gerobak dan pejalan kaki. Lengkap sudah keramaian jalan di pusat ekonomi yang satu ini.

Di tengah hiruk pikuk lalu lintas jalan, ada satu pemandangan yang menyita perhatian. Tampak sebuah sepeda motor beroda tiga, setidaknya saya menganggap itu sepeda motor, melaju di tengah keramaian jalan. Sepeda motor berwarna merah itu melaju dengan kecepatan rendah. Merayap diantara pengguna jalan lainnya. Sekalipun ada ruang menambah kecepatan, sang pengendara yang memakai helm warna merah tampaknya tak terlalu tergoda.

Sepeda motor warna merah bertuliskan Viar di bagian belakang itu mengangkut sejumlah muatan. Terlihat cukup banyak. Sepintas saya lihat barang yang dibawa di antaranya sayur mayur. Sebut saja misalnya, kol, cabai merah, dan sawi.

Tunggu dulu. Selain sayuran, di bagian belakang motor beroda tiga tadi tampak seorang penumpang. Perempuan yang duduk di sela tumpukan barang bawaan itu memakai baju bercorak bunga berwarna coklat. Dia duduk menghadap kedepan searah dengan sang pengendara. Di kepalanya bertengger helm berwarna hitam.

Ya. Pengendara dan penumpang sepeda motor roda tiga itu tampaknya sadar betul akan risiko berkendara. Mereka memakai helm pelindung kepala. Nyaris berbeda dengan pemandangan yang pernah saya lihat sebelumnya.

Lebih banyak saya melihat penumpang dan pengendara sepeda motor seperti itu tanpa memakai helm. Entah karena alasan apa. Tentu sebuah pemandangan yang memprihatinkan. Hal itu mengingat regulasi yang berlaku saat ini, yaitu Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan pesepeda motor dan penumpangnya memakai helm. Bahkan, helm yang dipakai harus sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI).

Kesemua itu sebagai upaya untuk melindungi risiko para pengendara dan penumpang sepeda motor. Maklum, benturan di kepala ketika terjadi kecelakaan dapat menimbulkan cedera serius, bahkan merenggut korban jiwa. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: