Skip to content

Belajar Dari Mobil Pengangkut Sayuran

9 Maret 2017

ANDAI waktu bisa diputar kembali, Radit, kita sapa saja demikian, ingin menghentikan mobil yang dikemudikannya. Lalu, para penyeberang jalan melintas dengan nyaman. Selamat sampai di seberang jalan.

Tak perlu ada yang terluka, apalagi hingga meninggal dunia. Dan, tentu saja tidak perlu ada yang meringkuk di balik jeruji penjara karena kecelakaan lalu lintas jalan.

Beberapa tahun lalu, pada suatu pagi, mobil yang dikemudikan Radit sedang mengangkut sayuran untuk dikirim ke kota tujuan. Lalu lintas jalan ramai dan cuaca cerah. Mobil melaju dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam (kpj).

Cerita pun menjadi lain di sebuah titik jalan. Mobil pick up pengangkut sayuran yang dikemudikan pria muda itu menabrak sejumlah pedestrian yang sedang menyeberang jalan. Buntutnya, satu korban luka berat, satu meninggal dunia, dan seorang luka ringan. “Saya menyesal dan minta maaf pada keluarga korban. Saat kejadian, pandangan saya terhalang dua angkot yang sedang berhenti,” kata Radit.

Angkot alias angkutan perkotaan berhenti karena satpam yang membantu penyeberang jalan memberi isyarat berhenti. Berbekal papan isyarat bertuliskan ‘stop’ dan peluit, sang satpam meminta pengendara berhenti. Memberi kesempatan kepada penyeberang jalan. Area itu tidak memiliki marka zebra cross.

Radit yang pandangannya terhalang terus melaju. Mencoba sebisa mungkin menghindari tabrakan. Rem tak menghentikan si roda empat karena jaraknya sudah amat dekat, berkisar 3-4 meter. Banting stir ke kiri.

Selain menyerempet sang satpam, mobil juga menabrak dua penyeberang lainnya, termasuk satu anak kecil. Radit membantu sang korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Keesokan harinya sang anak meninggal dunia.

Kisah pun berlanjut ke meja hijau. Setelah melalui proses pencaharian keadilan di persidangan, majelis hakim punya vonis yang tidak ringan bagi Radit. Pria muda itu didakwa dengan pasal 310 ayat 2 dan 4 Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,” tutur majelis hakim.

Vonis yang tidak ringan. Tak ada pengguna jalan yang ingin meringkuk di hotel prodeo.

Kita bisa belajar dari kasus kecelakaan mobil pengangkut sayuran bahwa melaju di jalan raya butuh konsentrasi. Salah satunya adalah dengan memperhatikan situasi jalan yang akan dilewati. Kata kunci, ketika kendaraan di depan kita melambat, bahkan berhenti, dapat dipastikan ada sesuatu. Kita yang ada di belakang kendaraan itu sepatutnya ikut berhenti atau melambatkan laju kendaraan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s