Skip to content

Pedestrian Terpaksa Melintas di Badan Jalan

6 Maret 2017

pedestrian-di-badan-jalan1

PERNAH lihat pedestrian melenggang di badan jalan, padahal di dekatnya ada trotoar?

Pemandangan seperti itu bukan tanpa alasan mendasar. Amat mungkin karena trotoarnya dipakai pihak lain. Misal, oleh pedagang yang menjajakan dagangannya. Praktis, ruang berjalan pun menjadi sangat sempit atau tidak ada sama sekali.

Atau, trotoarnya dijarah oleh para pengendara. Entah untuk melintas atau sebagai tempat parkir. Jadi terbolak-balik yah?

Oh ya, kadang juga ada pedestrian yang terpaksa melintas di badan jalan karena sedang ada pekerjaan di trotoar. Misalnya, penggalian untuk pemasangan pipa air atau jaringan kabel listrik. Untuk yang ini anggap aja force majeur.

Di kota tempat saya tinggal, yakni Jakarta, pemandangan pedestrian melenggang di badan jalan amat mudah dijumpai. Sebenarnya cukup memprihatinkan. Tapi, itu terus terjadi lantaran minimnya toleransi. Rasa saling menghargai runtuh.

Paling repot jika dalih perampasan fasilitas buat pejalan kaki itu berlindung di balik alasan hak mencari nafkah. Apapun akan dijadikan pembenaran. Misal, malam hari tidak ada orang berjalan, jadi trotoar dimanfaatkan sebagai tempat berdagang.

Lebih repot lagi jika pihak yang bertanggung jawab akan nasib trotoar ikut main mata. Maksudnya, terjadi pembiaran dan diam-diam ikut menikmati aktifitas tersebut. Kecipratan lewat pungutan siluman.

Jika itu terjadi, lengkap sudah. Pedestrian menjadi kelompok yang ringkih. Mirip dengan rentannya pejalan kaki atas kecelakaan lalu lintas jalan. Jangan lupa, di dunia, setiap hari 750-an pejalan kaki tewas akibat kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: