Skip to content

Tiap Hari, 500-an Tewas Kecelakan Akibat Nyetir Saat Mabuk

3 Maret 2017

tabrakan-mobil2

NYETIR saat mabuk amat berisiko. Apapun jenis kendaraannya, baik itu sepeda motor maupun mobil.

Di negara kia sudah banyak contoh soal itu. Entah itu di kota besar seperti Jakarta, maupun di pelosok. Usai minum-minuman keras, lalu berkendara, akhirnya memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Bagaimana di dunia?

Mari kita lihat data Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam dokumen yang dilansir laman resmi WHO disebutkan bahwa di seluruh dunia, korban tewas akibat kecelakaan yang pengemudinya mabuk merenggut sekitar 188 ribu jiwa. Artinya, setiap hari, rata-rata 515 jiwa melayang. Miris.

Lantas apakah tidak ada regulasi yang mengatur soal larangan mengemudi dalam keadaan mabuk?

Ternyata ada. Simak saja Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam pasal 106 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Tapi, cerita menjadi berbeda ketika pengendara mabuk memicu terjadinya kecelakaan. Itu ada aturannya tersendiri. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s