Skip to content

Ini Fakta Kecelakaan yang Terkait Narkoba di Dunia

2 Maret 2017

narkoba-dan-laka-dunia

PENYALAHGUNAAN narkoba bisa berdampak luas. Salah satunya, kata Badan Kesehatan Dunia (WHO) patut diduga ikut bertanggung jawab terhadap kematian pengendara dalam kecelakaan lalu lintas jalan.

“Pada 2013, penggunaan narkoba diperkirakan bertanggung jawab untuk lebih dari 39.600 kematian akibat kecelakaan lalu lintas jalan di seluruh dunia,” tulis laporan bertajuk Drug Use and Road Safety yang dilansir laman resmi WHO.

Artinya, sekitar 3,16% korban tewas akibat kecelakaan di dunia dipicu oleh penggunaan narkoba. Angka itu setara dengan sekitar 108 jiwa tewas setiap hari akibat kecelakaan di jalan.

Nah, dari jumlah korban yang tewas itu mayoritas, yakni sekitar 51% dipicu oleh penggunaan amfetamin. Lalu, sekitar 22% terkait penggunaan ganja. Di urutan ketiga dan keempat adalah kokain (14%) dan opioids (13%).

Lantas, bagaimana narkoba bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan?

Dokumen itu menyebutkan bahwa obat psikoaktif mempengaruhi fungsi otak dan dapat menyebabkan gangguan mengemudi. Misalnya, kata laporan itu, dapat menunda reaksi dan pengolahan informasi. Lalu, mengurangi perhatian dan kemampuan mengendalikan kendaraan.

narkoba-dan-daya-rusak-otak

Aturan Konsentrasi

Dalam bahasa keseharian bisa diterjemahkan bahwa kesemua itu dapat merusak konsentrasi.

Para pelanggar aturan soal konsentrasi saat berkendara diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Di negara kita, hal itu diatur dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) khususnya dalam pasal 106 ayat (1). Pasal itu menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283 UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Disitu ditegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: