Skip to content

Siap-siap Motor Nunggak Pajak Dikandangin

27 Februari 2017

kemacetan-jakarta-2015

SEMPAT mikir sampai satu minggu waktu pertamakali baca berita soal rencana razia para penunggak pajak kendaraan bermotor di Jakarta. Maklum, salah satu substansi berita itu menyebutkan bahwa kalau menunggak sampai tiga tahun kendaraannya bakal dikandangin.

Nah, alasan utama digelarnya razia karena jumlah penunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) cukup tinggi. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri, mengatakan, seperti dikutip lama beritajakarta, ada sekitar 3,2 juta penunggak PKB sepeda motor. Sedangkan dari kelompok mobil tercatat sekitar 600 ribu kendaraan.

Padahal, target pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari PKB tak kurang dari Rp 7 triliun. Sebagai gambaran, pada 2015 targetnya Rp 7 triliun, sedangkan 2016 sekitar Rp 7,5 triliun. Dahsyat kan?

“Kalau pajak lebih dari tiga tahun, yang disita motornya. Tapi kalau masih 1-2 tahun suratnya yang disita,” kata Edi.

Saya jadi ingat pengalaman saat kena tilang lantaran belum bayar pajak. Waktu itu sempat bertukar pikirang dengan polisi lalu lintas (polantas) yang hendak menilang. Pokok persoalannya adalah kenapa penunggak pajak ditilang, padahal sudah dikenai sanksi denda ketika membayar pajak terhutang.

Sang polantas berkilah bahwa surat tanda nomor kendaraan (STNK) berlaku lima tahun, namun setiap tahun harus diperpanjang. Ketika perpanjangan setiap tahun itulah pihak kepolisian akan memberi tanda pengesahan. Bila di STNK tidak ada tanda pengesahan, ketika itulah polantas dapat menilang. Oh gitu tokh?

Oh ya, tahukah bahwa ketika kita terlambat membayar pajak dikenai denda 2% per bulan?

Kronologis lengkap penilangan karena telat bayar pajak saya tulis disini.
Ngomong-ngomong, ketika seseorang terlambat membayar pajak bisa jadi dipicu oleh banyak sebab. Alasan utama adalah belum ada uang untuk membayar pajak. Sedangkan alasan lain adalah ribet atau malas. Bahkan, bisa jadi gabungan ketiganya.

Oh ya, tahukah bahwa ketika kita terlambat membayar pajak dikenai denda 2% per bulan? Misalnya begini. Pembayaran pajak terlambat satu bulan dikenai denda 2%, sedangkan jika telat dua bulan, maka 2×2% dikalikan dengan besaran pajaknya. Begitu seterusnya.

Mari kita simulasikan. Besaran pajak motor kita Rp 400 ribu. Bila terlambat bayar pajak 24 bulan maka yang harus dibayar adalah; 2%x24xRp 400 ribu = Rp 192 ribu. Lalu, ditambah dua tahun besaran pajak, yakni Rp 800 ribu sehingga pajak yang harus dibayarkan Rp 992 ribu.

Nah, biaya itu belum lagi ditambah sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) yang sebesar Rp 32 ribu. Total kita merogoh kocek Rp 1,024 juta. Adem. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. vegadeth permalink
    28 Februari 2017 18:35

    Harusnya bayar pajak kendaraan dipermudah dan bs online ky byr PBB. Masalahny jd ribet kl kendaraan blm dibalik nama krn biaya tp hrs pk KTP asli. Iru salah satu yg bikin males. Blm.lg kl KTP pemilik sblmnya ga ada. Itu yg harus dirubah kl mau tercapai targetny. Kalo ga ya kelaut aj.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: