Skip to content

Beli Mobil Atau Rumah Terlebih Dahulu?

26 Februari 2017

RASA galau sering muncul saat memutuskan, mana yang dibeli terlebih dahulu, mobil atau rumah?

Bagi orang kebanyakan, termasuk saya, rasa galau tadi akan berhenti ketika menyadari bahwa rumah adalah prioritas. Kebutuhan tempat berteduh dari hujan dan berlindung dari terik matahari lebih mendesak. Maklum, uang yang dimiliki pas-pasan. Entah jika orang lain yang uangnya berlimpah.

“Waktu saya akhirnya membeli rumah, sebetulnya lebih besar keinginan membeli mobil. Tapi, orang tua saya bilang, memangnya mau tidur di mobil. Benar juga sih, beli rumah dulu deh, walau nyicil,” ujar Alex, kolega saya di Jakarta, belum lama ini.

Ya. Rumah menjadi prioritas. Apalagi jika sudah berkeluarga, dengan rumah yang nyaman, hubungan harmonis pun dapat lebih mudah tercipta. Rumah yang hangat, rumah yang bahagia memuluskan transformasi nilai-nilai. Salah satunya, nilai-nilai menghargai keselamatan sebagai prioritas saat berlalu lintas jalan. Rumah atau keluarga menjadi garda terdepan keselamatan jalan (road safety).

Cara membeli rumah pun beragam. Paling tidak ada dua kelompok besar, yakni membeli tunai atau mencicil.

Untuk urusan mencicil, kini sudah ada alternatif. Pemerintah pusat punya program Sejuta Rumah. Targetnya, setiap tahun bisa membangun sejuta rumah. Sebanyak 700 ribu rumah komersial dan 300 ribu rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk yang terakhir adalah rumah sederhana yang disubsidi oleh pemerintah.

Khusus rumah subsidi, uang mukanya cukup 1% dengan bunga tetap 5% serta tenor hingga 20 tahun. Mantabs kan?

Oh ya, malahan BTN kini punya program KPR BTN Mikro untuk kelompok pekerja informal seperti pedagang kecil. Uang mukanya sama, yakni 1%. Bedanya, program ini untuk orang yang berpenghasilan Rp 1,8-2,8 juta per bulan.

Beli rumah lebih dulu ketimbang mobil menjadi masuk akal bagi saya dan bisa jadi sejumlah orang lainnya. Persoalanya adalah tinggal bagaimana mengumpulkan dana untuk uang muka kredit pemilikan rumah (KPR).

Sedangkan untuk urusan mobilitas ada alternatif berupa angkutan umum. Mulai dari angkot, bus kota, hingga kereta. Walau, lebih banyak yang memilih naik sepeda motor.

Angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan menjadi idaman. Bila angkutan seperti itu terwujud, rasa galau mana yang dibeli lebih dulu bisa jadi tak semarak saat ini. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: