Skip to content

Tiga Faktor Utama Tingginya Keterlibatan Motor Dalam Kecelakaan

20 Februari 2017

zebra-cross-diterobos-cawang2
 
KETERLIBATAN sepeda motor ternyata masih tinggi dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Mari kita tengok data dua tahun terakhir, yakni 2015 dan 2016. Lantas apa yang membuat segitu tingginya keterlibatan sepeda motor?

Sebelum menelisik alasan di balik tingginya keterlibatan sepeda motor, mari kita lihat sejenak data Korlantas Mabes Polri.

Tahun 2016, keterlibatan sepeda motor ternyata mencapai sekitar 71%. Saat itu, setiap hari setidaknya 372 sepeda motor yang terlibat kecelakaan.
Bagaimana jika dibandingkan dengan 2015? Begini.

Dari sisi jumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan, jumlahnya meningkat sekitar sekitar 24%. Namun, dari sisi kontribusi terjadi penurunan, yakni dari 73% menjadi 71%. Kok bisa?

Ya. Pada 2016, ada jenis kendaraan lain yang melonjak keterlibatannya dalam kecelakaan sehingga peran sepeda motor terkerek turun. Contoh, jenis kendaraan tidak bermotor melonjak sekitar 405%.

Kita akan ulas keterlibatan jenis kendaraan tidak bermotor maupun bermotor lainnya pada tulisan yang berbeda. Mari kita kembali ke sepeda motor.
Keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan masih tinggi bisa jadi dipicu oleh faktor-faktor utama berikut ini.

 
Pertama, populasi tinggi. Jumlah sepeda motor yang beredar di Tanah Air lebih tinggi dibandingkan jenis kendaraan lain. Setidaknya 80% dari total kendaraan di Indonesia adalah sepeda motor.
Di sisi lain bakal berkembang pertanyaan kenapa sepeda motor terus bertambah dan masih diminati masyarakat. Untuk hal ini bisa lebih panjang lagi ulasannya.

Kedua, lebih ringkih. Secara alamiah sepeda motor lebih mudah terjerembab dalam kecelakaan dibandingkan si roda empat atau lebih. Sepeda motor yang beroda dua lebih mudah tergelincir dibandingkan mobil. Karena itu, prinsip dasar bersepeda motor adalah menjaga keseimbangan atau kestabilan si roda dua bergerak di jalan.

Ketiga, faktor pengendara. Boleh jadi faktor pengendara ikut mendongkrak keterlibatan sepeda motor. Faktor ini mencakup ketrampilan, perilaku berkendara, dan ketaatan pada aturan yang berlaku. Tahun 2016, keterlibatan kecelakaan para pemegang surat izin mengemudi (SIM) C, yakni SIM bagi pesepeda motor, melonjak sekitar 40%. Belum lagi jika pengendaranya masih di bawah umur, rentan kecelakaan. Tahun lalu, kelompok pelaku kecelakaan tanpa SIM tercatat melonjak sekitar 47%.
 
Setidaknya ketiga faktor utama tadi yang bisa menyebabkan masih tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan. Bukan mustahil ada faktor lain. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 20 Februari 2017 13:16

    Faktor lain: infrastruktur penunjang, kondisi jalan raya, rambu dan marka, serta informasi bila ada rekayasa lalu lintas pada ruas tertentu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: