Skip to content

Jualan Apartemen Rp 400 Juta di Mal

19 Februari 2017

brosur-apartemen-di-mal-2017c

PAKAIANNYA parlente. Penampilannya juga klimis dan sering mengumbar senyum menyapa pengunjung dengan ramah. Di tangannya setumpuk brosur siap dibagikan kepada orang yang dijumpai.

“Selamat sore pak, barangkali berminat membeli apartemen. Ini brosurnya, bisa dilihat-lihat dahulu,” sergah seorang pria berkacamata dengan setelan jas warna hitam, kepada saya di Cibubur Junction, Jakarta Timur, Sabtu, 18 Februari 2017 sore.

Brosur dengan tampilan memikat pun berpindah tangan. Saya perhatikan, tampilan brosur cukup manis. “Terimakasih, saya belum ada rencana beli apartemen,” jawab saya, seraya berlalu meninggalkan area pemasaran apartemen itu.

Saat menunggu isteri berbelanja, say abaca-baca isi brosur tadi. Ternyata, apartemen Trans Park Cibubur dipasarkan dengan harga mulai Rp 400 juta per unit. Artinya, bisa jadi harganya ada yang jauh di atas itu.
Menariknya, lagi-lagi pengembang properti proyek itu mengusung jualan akses transportasi. Dari empat point keunggulan yang ditawarkan dalam brosur, tiga di antaranya terkait akses transportasi.

Pertama, apartemen itu diklaim hanya 200 meter dari jalan tol anyar. Entah jalan tol apa yang dimaksud. Setahu saya, di kawasan berdirinya proyek itu ada tol Cijago. Entah jika ada tol lain.

Kedua, lokasi proyek diklaim hanya dua menit dari pintu keluar jalan tol. Dan, ketiga, disebutkan hanya lima menit dari stasiun kereta ringan (light rail train/LRT). Lagi-lagi, entah stasiun mana yang dimaksud.

Melihat brosur seperti itu saya jadi ingat hasil survey Rumah.com yang bekerja sama dengan Intuit Research, Singapura terkait perilaku para pencari properti hunian. Survey yang dirilis di Jakarta, baru-baru ini menyatakan bahwa masalah akses transportasi menjadi faktor ketiga dari sepuluh faktor yang menentukan dalam pencarian hunian.

Akses menuju transportasi publik menjadi faktor ketiga terpenting dengan indeks 81%. Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor lokasi (98%) dan keamanan lingkungan (87%).

“Bagi pencari properti masa kini, sekarang bukan saatnya lagi mempertimbangkan jarak menuju tempat kerja atau transportasi publik. Waktu tempuh adalah faktor utama, karena mempertimbangkan lalu lintas yang macet dan ketidakpastian di jalan raya,” kata Country Manager Rumah.com, Wasudewan, dalam publikasinya, di Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017 seperti dilansir Investor Daily.

Para pengembang properti kini gencar menawarkan hunian vertikal apartemen di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Khusus di Jakarta, tak kurang dari 26 ribu unit apartemen mengguyur pasar pada 2016. Sedangkan tahun ini diprediksi mencapai sekitar 28 ribu unit. Banyak yah? (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: