Skip to content

Belajar Dari Perempuan Pengendara Fortuner

17 Februari 2017

macet-perempatan-kuningan-jaksel1

ARUS kendaraan bermotor padat merayap. Deru mesin dan knalpot bersahutan dilengkapi dengan asap yang mengepul ke udara. 

Suasana seperti itu menjadi pemandangan rutin. Itulah suasana di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. Kawasan bisnis super ramai di Jakarta. Hampir sepanjang hari terjadi kemacetan lalu lintas jalan. Entah itu pagi, siang, maupun sore hari. Maklum, namanya juga kawasan bisnis. 

Pemandangan seperti itulah yang saya jumpai, Kamis, 16 Februari 2017 siang. Beragam kendaraan bermotor tumpah ruah. Arus kendaraan tersendat. Posisi saya di kiri jalan bersama sepeda motor lainnya, termasuk para pengojek sepeda motor berbasis aplikasi. 

Di tengah itu semua, tiba-tiba di depan saya tampak ojek berbasis aplikasi terjatuh. Kurang jelas apa penyebab dia jatuh. Pastinya, sang pengendara dan penumpangnya sama-sama terjatuh. 

Pengojek serupa yang persis di belakangnya langsung membantu mengangkat sepeda motor yang rebah di aspal. Sang pengendara bisa bangkit sendiri, demikian juga perempuan penumpang ojek berjaket hijau itu. Sang perempuan tampak meringis dan mengibas-ngibaskan jemari tangan. Amat mungkin dia merasa nyeri. 

Posisi saya sekitar tiga meter di belakang kejadian itu. Pertanyaan soal apa yang membuat sang pengojek jatuh masih menggelayut di kepala. 

“Jatuh nyenggol mobil pak,” sergah pengojek yang menolong, menjawab pertanyaan saya, siang itu. 

Tapi, kenapa nyenggol mobil? 

“Bapaj ngantuk, sampe nyenggol mobil saya,” tanya perempuan berkulit kuning langsat kepada pengojek yang menyenggol mobilnya. 

Tampak ada kecemasan di raut wajahnya. Entah kecemasan akan kondisi sang pengojek, atau kecemasan atas kondisi mobilnya. Tidak ada yang tahu.

Dialog itu persis di hadapan saya yang tertahan oleh antrean saat proses evakuasi sang pengojek dari aspal berlangsung. Saya lihat sang pengojek tidak menjawab dengan lugas, justeru dia dengan penumpangnya langsung melenggang meneruskan perjalanan. 

Sang perempuan pengemudi mobil Toyota Fortuner berwarna hitam pun tampaj maklum. Usai mengecek titik bentur di mobilnya, dia pun kembalik ke balik kemudi. Posisi mobil yang berhenti di kiri jalan seraya menyalakan lampu hazard menimbulkan antrean. Sejumlah pengendara yang mungkin tidak tahu sedang ada kejadian apa, menyalakan klakson sehingga situasi jadi riuh rendah. 

Bagi saya, sikap santun perempuan pengemudi Fortuner itu layak diapresiasi. Dia tidak perlu berteriak memaki mengumbar amarah. Justeru memperlihatkan sikap turut empati atas sang penyenggol mobilnya. Jakarta masih punya toleransi di jalan dari sosok perempuan pengemudi Fortuner tadi. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 17 Februari 2017 07:42

    Luar biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: