Skip to content

Warga Perumahan di Jabodetabek Disediakan Bus

12 Februari 2017

bus-jr-connection-orang1

SATU demi satu penumpang bus berdatangan. Mereka duduk di bangku yang tersedia. Sedangkan bus berwarna merah menyala itu parkir di sudut gedung perkantoran. Mesinnya menyala.

Para penumpang tidak semata dari gedung perkantoran Berita Satu Plaza, Jakarta Selatan. Ada yang entah dari perkantoran mana di Jakarta. Mereka ada yang naik angkutan umum, tapi ada juga yang naik ojek berbasis aplikasi.

Bus rute Jakarta Selatan ke Karawaci, Tangerang, Benten itu bertuliskan ‘JR. Jabodetabek Residence.’ Sore itu sabar menanti penumpang yang mayoritas ingin pulang usai bekerja sepanjang pagi hingga petang. “Naik bus itu tarifnya Rp 25 ribu,” kata Eko, salah seorang pnumpang,” saat berbincang dengan saya, di Jakarta, belum lama ini.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga mengatakan, pemerintah tengah mendorong layanan transportasi Jabodetabek. Kebutuhan akan transportasi terintegrasi ini sangat mendesak mengingat jumlah penduduk di kawasan aglomerasi ini terus meningkat.

“Tugas BPTT yakni menyediakan transportasi massal di Jabodetabek. Sehingga pada tahun 2019, masyarakat Jabodetabek yang menggunakan angkutan umum bisa mencapai 40% dari keseluruhan,” kata dia, seperti dilansir Investor Daily, Sabtu (11/2).

Untuk itu,tambahnya, BPTJ enggandeng para pengembang properti yang memiliki peran penting dalam mengelola kawasan hunian, sehingga layanan transportasi bisa diinisiasi lebih dulu di sana.

Elly menjelaskan, sebelumnya BPTJ telah melakukan survei pada kawasan pemukiman dengan responden rata-rata 5% dari jumlah kepala keluarga (KK) setiap permukiman di wilayah Jabodetabek. Hasil survei menunjukkan preferensi warga yang mau pindah ke angkutan pemukiman premium rata-rata mencapai 78%.
bus-jr-connection1

“Itu berarti rata rata masyarakat permukiman sangat merespon positif berpindah ke angkutan permukiman,” tutur Elly.

Lebih lanjut, Elly mengatakan sebagai langkah awal beroperasinya angkutan umum pemukiman, BPTJ Kemenhub akan meluncurkan Bis JR Connexion pada 14 Februari 2017. Bus JR Connexion akan berangkat dari kawasan pemukiman di daerah penyangga Jabodetabek menuju pusat-pusat kegiatan di lima wilayah Jakarta. Elly mengatakan kawasan hunian yang sudah berkomitmen untuk menyediakan bus JRC yakni Cikarang, Cibubur, Bumi Serpong Damai (BSD), Bintaro, dan Kemang.

“Sudah ada 113 bus yag selesai diaudit dan dipastikan akan mengikuti peluncuran. Masih ada beberapa yang menyusul dan akan segera kami selesaikan,” katanya.

Sesungguhnya bus yang mengangkut warga di perumahan tertentu di Jabodetabek sudah ada selama ini. Namun, masih bersifat sendiri-sendiri. Kini, kalau nyimak pernyataan Elly, tampaknya ingin lebih dibuat terorganisasi.

Nah, kalau busnya sudah tersedia bukan mustahil kendaraan pribadinya nongkrong di garasi. Eh, bisa nggak yah? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 12 Februari 2017 05:49

    Wah harganya lumayan juga, 25 ribu 😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: