Skip to content

Pengalaman Melenggang di Trotoar Hijau Sidoarjo

11 Februari 2017

sidoarjo-kota-trotoar-hijau2

PEMBELI sibuk memilih makanan dan minuman tradisional. Di sudut lain, sang penjaga toko sibuk melayani pembeli yang antre hendak membayar belanjaannya.

Toko oleh-oleh Tanjung, Sidoarjo yang menjajakan aneka makanan khas Sidoarjo, Jawa Timur itu cukup ramai dikunjungi pembeli dan wisatawan. Selain menyediakan produk yang beragam, mulai dari ikan bandeng asap, aneka olahan udang hingga makanan tradisional kota di sekitar Jawa, lokasi toko ini amat strategis. Letaknya di pusat keramaian kota dan persis di sisi jalan.

Tapi, jangan lupa membawa uang tunai kalau belanja di toko ini. “Kami masih pakai uang tunai,” sergah pria muda berkaca mata, kasir toko itu, saat berbincang dengan saya, baru-baru ini.

Toko itu terletak Jl. Raya Malang – Surabaya, Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Para pengunjung toko dapat parkir persis di pinggir jalan yang beraspal mulus. Jalan dua arah di area itu dibatasi separator jalan. Lalu lintas jalan ramai lancar saat saya singgah ke kawasan itu suatu sore. Mayoritas yang berseliweran adalah pesepeda motor, selebihnya mobil pribadi dan angkutan umum.

Ada marka jalan berwarna putih yang membatasi area parkir. Di sudut area itu terdapat papan pengumuman ‘Kawasan Bebas Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor Kabupaten Sidoarjo’ dan di bagian bawah tertera ‘Dishub Sidoarjo.’

Saat jalan menuju toko, pedestrian dimanjakan oleh trotoar mulus berwarna hijau. Permukaan fasilitas bagi pejalan kaki itu berornamen klasik berbentuk daun berwarna hijau dan hijau muda. Tampaknya trotoar itu dibuat agar pedestrian merasa nyaman.

sidoarjo-rambu-parkir2

Mirip dengan sejumlah trotoar yang saya jumpai di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Tentu pemakaian ornamen sebagai permukaan menambah apik trotoar tersebut.

Sejauh mata memandang trotoar hijau terhampar di sisi jalan. Di sekitarnya berderet toko dan warung pedagang makanan. Diantara mereka terselip pedagang kaki lima dan motor yang nangkring. Entah milik pedagang atau pengunjung.

Trotoar merupakan salah satu fasilitas bagi pejalan kaki yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah (pemda). Regulasi yang berlaku saat ini, yaitu Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLA) mewajibkan hal itu. Tentu saja, ketika sudah membangun, perlu dipelihara dan dijaga bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki. Ironisnya, di kota tertentu seperti Jakarta, pengguna jalan meluber hingga ke trotoar jalan. Mereka berebutan dengan pedestrian, bahkan dengan pedagang kaki lima. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: