Skip to content

Kemana-mana Senantiasa Memakai Helm

6 Februari 2017

helm-dipake-belanja1

BAGI sebagian pesepeda motor, helm tak semata sebagai pelindung kepala. Helm adalah aksesoris untuk tampil gaya. Keren.

Pesepeda motor yang menempatkan helm sebagai kebutuhan saat menunggang kuda besi kini jumlahnya terus bertambah. Walau, mereka yang mengacuhkan pelindung kepala itu jumlahnya juga tidak sedikit. Amat mungkin mereka yang menganggap helm sepele lantaran belum merasakan faedahnya. Mungkin loh yah.

Di lingkungan tempat saya bekerja ada seorang pedagang kopi keliling. Penampilan dia berbeda dengan sejawatnya yang mayoritas menggunakan sepeda kayuh. Dia, kita sebut saja Budhy, memakai sepeda motor untuk berdagang. “Saya pakai helm setiap naik motor, termasuk saat berdagang keliling Jakarta,” paparnya saat berbincang dengan saya, di Jakarta, baru-baru ini.

Berbeda dengan pedagang sayur yang keliling di kawasan tempat saya tinggal.
Dia keliling menjajakan sayur segar dengan sepeda motor, tapi tidak memakai helm. Pada suatu ketika dia berujar bahwa tidak memakai helm karena tidak ditilang. Hemmm….

Saya sering menulis bahwa memakai helm sekalipun dengan benar dan kualitas helm yang mumpuni, hanya mampu mereduksi sekitar 40% dari potensi mematikan akibat luka di kepala. Maksudnya, ketika terjadi kecelakaan lalu lintas jalan, peran helm sekitar 40% dalam menyelamatkan sang pemakai dari potensi kematian. Faktor lain yang mematikan adalah tingkat benturan dan laju kecepatan kendaraan. Sekalipun demikian bukan berarti meremehkan fungsi helm.

Jangan lupa bahwa berkisar 80-90% pesepeda motor yang tewas akibat kecelakaan dipicu oleh luka di kepala.

Untuk urusan memangkas potensi cedera, helm mampu mengurangi risiko hingga sekitar 70%. Jadi, tak dapat disangkal bahwa memakai helm adalah bagian penting ketika bersepeda motor di jalan raya.

Apalagi, jangan lupa bahwa berkisar 80-90% pesepeda motor yang tewas akibat kecelakaan dipicu oleh luka di kepala. Fakta itu diungkapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bukan mengada-ada.

Bagi pesepeda motor yang menempatkan helm sebagai kebutuhan tak lagi memandang jarak berkendara. Entah itu bersepeda motor sejauh 1 kilometer (km) atau 100 km, dia senantiasa memakai helm. Intinya, kemana-mana senantiasa memakai helm. Walau, bukan mustahil, sesekali lupa melepas helm ketika antre mau bayar di super market. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: