Skip to content

Aksi Saling Serobot di FO yang Memprihatinkan

4 Februari 2017

kolong-fo-kuningan-2017a

SUDUT kota Jakarta yang satu ini demikian karut marut. Arus kendaraan bermotor semrawut. Suara klakson pun nyaring bersahutan.

Ya. Sore itu, awal Februari 2017, beragam kendaraan bermotor tumpah ruah. Area di kolong jalan layang (flyover) perempatan Kuningan, Jakarta Selatan menjadi ajang saling serobot. Aroma ketidaksabaran terekspresi lewat saling serobot dan membunyikan klakson. Polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di dekat situ pun praktis dibuat kerepotan kalau tidak mau dibilang tak berdaya.

Para pesepeda motor dan mobil yang tidak sabaran saling merangsek. Lampu pengatur lalu lintas jalan tidak dipedulikan. Dampaknya, ketersendatan luar biasa pun terjadi. Kendaraan terdiam.

Saat itu saya lihat terjadi aksi tidak mau mengalah. Mereka yang seharusnya mendapat giliran bergerak karena lampu pengatur lalu lintas jalan berwarna hijau terpaksa tersendat. Karena merasa terusik oleh para penyerobot, kekesalan ditumpahkan lewat pembunyian klakson. Nyaring bunyinya.

Perlahan, memang bisa terurai. Setidaknya, tunggangan saya pun akhirnya bisa lepas dari ketersendatan itu. Walau, sebelumnya harus mengantre dengan menunggu hingga lampu pengatur lalu lintas jalan berganti warna enam kali. Merah, kuning, hijau dan kuning, merah, dan hijau. Sabar.

Perempatan Kuningan adalah titik temu dari tiga jalan yang menjadi urat nadi kota Jakarta. Ketiga jalan itu adalah Gatot Subroto, Mampang Prapatan, dan Rasuna Said. Ketiga menghubungkan pinggiran kota dengan pusat pemerintahan dan bisnis Jakarta. Praktis, pada jam-jam sibuk, yakni pagi dan sore hari kendaraan bermotor tumpah ruah.

Padahal, perempatan itu sudah menyediakan flyover untuk yang melintas di Jl Gatot Subroto. Dari kedua arah, yakni dari Pancoran maupun sebaliknya, yaitu dari Semanggi, para pengendara bisa melintas di flyover. Namun, saat jam sibuk, kondisinya tetap saja karut marut.

Tak heran jika Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta berancang-ancang membangun underpass, khususnya dari arah Mampang ke Kuningan dan sebaliknya. Dana sekitar Rp 200 miliar siap dikucurkan untuk membangun underpass sepanjang 800 meter dengan lebar 20 meter. Harapannya, karut marut alias kemacetan lalu lintas jalan bisa diurai. Walau, diduga belum mampu maksimal bila melihat perilaku pengendara dan derasnya serbuan mobil dan motor di Ibukota RI tersebut. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: