Skip to content

Berapa Sih Batas Kecepatan Maksimal di Dalam Kota? 

31 Januari 2017

rambu-kecepatan-lingkungan-depok2

KALAU di jalan tol batas kecepatan maksimal berkisar 80-100 kilometer per jam (kpj), berapa di jalan biasa (arteri)? Persisnya, berapa kecepatan maksimal di dalam kota? 

Pertanyaan itu saya lontarkan kepada peserta diskusi saat saya menjadi pembicara di Depok, Jawa Barat, belum lama ini. Tahukah jawaban mayoritas peserta diskusi? 

Ada yang menjawab 60 kpj. Lalu, 80 kpj dan 100 kpj. Tidak ada yang menjawab 50 kpj. 

Padahal, regulasi yang berlaku saat ini membatasi kecepatan maksimal adalah 50 kpj. Nah, kalau antar kota bisa 80 kpj.

Regulasi yang berlaku saat ini Undang Undang (UU) 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pun membedakan kecepatan maksimal di dalam kota, antar kota, di jalan tol, dan di pemukiman. Khusus untuk pemukiman, batas kecepatan maksimal adalah 30 kpj. Tuh, inget.

Aturan batas kecepatan maksimal yang diatur UU tersebut diterjemahkan dalam peraturan pemerintah (PP) No 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diterbitkan pada 10 Desember 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Nah, saat era Presiden Joko Widodo, menteri perhubungan yang kala itu dijabat Ignatius Jonan menelorkan Permenhub No 11 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Aturan inilah yang berlaku saat ini seperti diuraikan di atas.

Bicara tentang menembus kecepatan maksimal yang dalam keseharian populer disebut ngebut, merupakan salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas jalan. Bagaimana tidak, dalam kecepatan tinggi, tak jarang pengendara sulit mengendalikan tunggangannya. Tentu saja, termasuk ada yang kesulitan meredam kecepatan dengan sempurna ketika ancaman benturan sudah di depan mata. Apalagi jika ditambah panik, lengkap sudah aspek-aspek yang bisa memicu terjadinya petaka jalan raya. 

Data yang saya peroleh dari Korlantas Polri memperlihatkan, ngebut menyumbang sekitar 16% terhadap kecelakaan di Indonesia. Ngebut merupakan pemicu ketiga terbesar di bawah lengah dan tidak tertib. 

Pernah mengalami kecelakaan atau near miss ketika ngebut? (edo rusyanto) 

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: