Skip to content

Mengenang Lima Tahun Tragedi Pejalan Kaki Tugu Tani

22 Januari 2017

aksi-jalan-kaki-tugu-tani-2017b

SUASANA kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat sudah diramaikan arus kendaraan bermotor pagi itu. Lokasi tersebut lima tahun lalu disesaki isak tangis dan jerit memilukan pejalan kaki. Sebanyak 13 orang ditabrak mobil yang dikemudikan pengendara lepas kontrol.

Perlahan, sejumlah kolega saya para pegiat keselamatan jalan mulai berdatangan ke halte bus Tugu Tani. Tempat itu menjadi titik kumpul untuk mengenang Tragedi Pejalan Kaki Tugu Tani yang menewaskan sembilan orang dan mencederai empat orang.

Mereka yang berdatangan pada Minggu, 22 Januari 2017 pagi itu berasal dari Koalisi Pejalan Kaki (KoPK), Bismania Community, Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), anggota pramuka, dan sejumlah jurnalis.

“Hari ini kita kumpul untuk mengenang tragedi pejalan kaki sekaligus yang kami usulkan sebagai Hari Pejalan Kaki,” tutur kolega saya, Alfred Sitorus, koordinator KoPK, Minggu pagi.

Sepanjang lima tahun terakhir, saya melihat bahwa pedestrian masih menjadi kelompok pengguna jalan yang rentan kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia setiap hari belasan pedestrian meregang nyawa di jalan raya. Belum lagi mereka yang menderita luka dan menanggung hilangnya produktifitas.

Di dunia, data WHO nenyatakan, 22% korban kecelakaan afalah pejalan kaki. Angka itu setara dengan 747 pedestrian tewas per hari.

ja-tugu-tani-2017_edo

Di sisi lain, kebijakan pemangku kepentingan yang berpihak pada pedestrian masih setengah hati. “Lihat saja misalnya, fasilitas trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan zebra cross yang demikian minim,” ujar Alfred.

Dia menambahkan, Indonesia masih ingat fakta paling kelam ketika 13 pedestrian diterjang mobil yang dikemudikan pengendara mobil yang lepas kendali. Sembilan orang meregang nyawa dan empat menderita uka berat, pada suatu pagi di Jakarta,  22 Januari 2012. 

ja-tugu-tani-2017_aksi

“Koalisi Pejalan Kaki (KoPK) menyerukan 22 Januari sebagai Hari Pedestrian. Hari untuk para pejalan kaki saling mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas jalan,” tutur Alfred. 

Sementara itu, bagi saya, hak pejalan kaki masih tercabik-cabik oleh perilaku pengendara yang super egois. Fasilitas pedestrian dijarah. Motif ekonomi dan perilaku egois menjadi pemicu terjadinya itu semua.

Besar harapan agar seluruh pengguna jalan memprioritaskan keselamatan jalan. Tahun 2016, masih terjadi 288 kecelakaan per hari. Tahun lalu, setiap hari 72 jiwa melayang akibat kecelakaan.

Alfred menegaskan, perhatian pemerintah terhadap pejalan kaki masih timpang dibandingkan dengan kasus lain seperti penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan bencana alam. 

Koalisi Pejalan Kaki menginginkan Kepolisian RI menegakkan hukum dengan lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel, dan tidak pandang bulu. Lalu, pemerintah menyediakan sarana transportasi umum yang aman, nyaman, selamat, terjangkau secara akses dan finansial. Sementara masyarakat diminta untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, yakni UU No.  22  Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Yang pasti, trotoar, zebra cross, jembatan penyeberangan orang  adalah hak dan kedaulatan para  pejalan kaki. Mari rebut kembali,” tegasnya.

Hari Pejalan Kaki kali ini diisi pula dengan tabur bunga persis di samping halte bus, lokasi terjadinya kecelakaan maut. Para perwakilan komunitas yang hadir ikut menaburkan bunga selain tentu saja berdoa demi keselamatan semua. Sebelum membubarkan diri, para peserta menutupnya dengan aksi simpatik membentangkan spanduk dan papan pesan.

ja-tugu-tani-2017_bareng

Seruan yang dilontarkan selain mengenai trotoar sebagai hak pejalan kaki, juga menyerukan agar semua pengguna jalan memprioritaskan keselamatan. Selain itu, diserukan juga tentang batas maksimal berkendara di kawasan jalan kota, yakni 50 kilometer per jam (kpj). Selain itu, ajakan untuk memenuhi batas kecepatan maksimal di kawasan pemukiman, yakni 30 kpj. (edo rusyanto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: