Skip to content

Menikmati Purnama di Samasta Bali

15 Januari 2017

samasta-saat-purnama-2017a

BUIH ombak mencium kaki kami. Ada jeritan kaget. Sedangkan di langit, bulan purnama berselimut awan tipis.

“Makin malam, ombaknya kian ke atas, lebih baik bapak mejanya geser aja ke atas,” tutur seorang pelayan kepada kami di Jimbaran, Bali, baru-baru ini.

Malam itu kami berniat santap malam menu hidangan laut (seafood). Pilihan jatuh ke Jimbaran. Kawasan ini dikenal sebagai wisata kuliner laut. “Selalu ramai, tidak hanya akhir pekan,” tutur pemandu kami.

Benar saja. Setiba di kawasan itu tampak banyak pengunjung. Tak semata orang seperti kami dari Jakarta, Indonesia, banyak terlihat pengunjung dari mancanegara. Ada dari Asia, Eropa, bahkan Amerika. Mereka menikmati malam di tepi pantai. Tentu sambil bergoyang lidah dengan menu seafood.

Nah, kini di kawasan Jimbaran kita punya alternatif, yakni Samasta Movenpick. Urusan kuliner di ikon wisata anyar Jimbaran ini nggak kalah yahud dibandingkan dengan yang di tepi pantai. Malah, kalau saya perhatikan, positioning nya cukup berbeda.

Coba aja lihat. Di Samasta menu yang disodorkan bervariasi. Mulai dari menu Asia, seperti hidangan ala Korea hingga menu negara-negara Barat. Plus, tentu saja beragam minuman yang menyegarkan sudah siap menanti.
smasta-jimbaran-moge1

“Di Samasta juga ada fasilitas lain seperti tempat belanja oleh-oleh khas Bali, yakni outlet Krisna hingga toko kebutuhan sehari-hari,” kata Kunti Puspita Sari, marcomm Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, saat berbincang dengan saya, di Samasta, Jimbaran, baru-baru ini.

Samasta ditata cukup apik. Bangunan-bangunan yang disediakan cukup eksotis beraksitektur modern dan tradisional. Maklum, sang pengembang, yakni PT Summarecon Agung Tbk sudah merogoh Rp 50 miliar untuk membangun Samasta.

Untuk urusan parkir cukup memadai. Baik untuk sepeda motor maupun mobil. Bahkan, saya lihat ada motor gede yang nangkring di salah satu sudut pelataran Samasta.

samasta-jimbaran-2017-siang2
Saat saya singgah, baru-baru ini, nuansa Samasta terasa berbeda. Air mancur warna-warni menyambut kami. Angin sepoi-sepoi membelai rambut. Dari lantai atas Barrels kami mencicipi hidangan ala western.

Di langit, purnama bersinar penuh. Alunan musik merayap ke seantero ruangan terbuka di lantai satu yang berkonsep semi outdoor. Suasana menjadi terasa romantis, menyantap hidangan di bawah langit berhias purnana. Waktu pun terasa cepat bergulir. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: