Skip to content

Pengalaman Pertama Berjalan di Trotoar Pantai Rahasia

14 Januari 2017

pandawa-trotoar-edo

BALI memang selalu bisa membuat wisatawan datang kembali. Banyak alasan untuk itu. Pemandangan alam yang indah dan seni budaya yang memesona masih menjadi magnet utama.

Tak heran jika jutaan wisatawan Nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) silih berganti menjejakan kaki di Bali.

Tiga tahun terakhir, yakni 2014-2016, sedikitnya 11 juta wisman yang berlibur ke Bali. Trennya terus meningkat. Dari tiga juta, lalu empat juta, dan tahun lalu tak kurang dari 4,6 juta wisman yang datang.

Semua berbondong-bondong ke surga pariwisata itu.

“Bahkan, kami ditargetkan mendatangkan delapan juta wisman pada 2019,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Tjokorda Raka Darmawan, saat berbincang dengan saya di Jimbaran, Bali, baru-baru ini.

pandawa-trotoar2

Angka itu, tambah dia, setara dengan 40% target pemerintah Indonesia pada 2019. Saat itu, pemerintah berobsesi mendatangkan 20 juta wisman. “Ini merupakan tantangan termasuk bagi Bali. Kami harus kerja keras. Selain meningkatkan kualitas pekerja pariwisata, kami juga terus meningkatkan kualitas infrastrukturnya,” tutur pria berkacamata itu.

Tak heran, saat saya bertandang ke salah satu obyek wisata di Badung, yakni Pantai Pandawa, permukaan aspal jalan begitu mulus. Kawasan yang berada di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini mayoritas marka dan rambu jalan cukup jelas sehingga memandu pengendara dengan baik.

Bahkan, setelah melewati gerbang masuk Pantai Pandawa, wisatawan disuguhi trotoar apik. Praktis, pedestrian bisa berjalan dengan nyaman menuju pantai. Sesekali wisatawan yang berjalan kaki bisa mengambil gambar pemandangan cantik dengan kamera profesional atau kamera ponsel.

Trotoar itu ada di samping tebing batu yang kokoh. Kondisi trotoar yang bersih membuat suasana nyaman. Belum lagi, pedestrian diauguhi obyek foto menarik berupa patung-patung yang ditempatkan dalam gua buatan. Namun, wisatawan dilarang masuk ke dalam gua.

Pemandangan nan elok menemani pedestrian menyusuri jalan menurun tak kurang dari 300 meter hingga bibir pantai yang juga dikenal sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Disebut demikian karena letaknya yang nyentrik di balik bukit-bukit atau tebing batu. Saat siang hari, panas terasa menyengat di kawasan ini. “Maklum, pantainya ada di balik bukit, kalau siang panas sekali,” tutur seorang sopir pariwisata, ketika bercerita mengenai kawasan Pantai Pandawa.

Lelah berjalan kaki terlunasi oleh eloknya pemandangan pantai yang elok. Birunya air laut, putihnya deburan ombak, menjadi lengkap dengan hembusan angin laut yang menyegarkan. Sebutir kelapa muda pun ikut menyegarkan tenggorokan yang kering.

pandawa-pantai-edo

Oh ya, di tengah apiknya trotoar kawasan wisata cantik itu ada saja kelakuan penjarah trotoar. Tak tanggung-tanggung, pelakunya adalah sebuah mobil sport utility vehicle (SUV) berpelat nomor Jakarta. Mobil berwarna putih itu nangkring di atas trotoar. Entah, pengemudi dan penumpangnya sedang apa. Ironis. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 14 Januari 2017 07:27

    sayangnya ada bea masuk ya Pak hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: