Skip to content

Mengejutkan, Pelaku Kecelakaan Tanpa SIM Melonjak 47%

9 Januari 2017

bahu-jalan-tol-purbaleunyi

TERNYATA, pelaku kecelakaan lalu lintas jalan yang tanpa surat izin mengemudi (SIM) jumlahnya melonjak pada 2016. Lonjakannya pun tidak tanggung-tanggung, yakni sekitar 47% bila dibandingkan tahun 2015. Ada apa?

Sebelum lebih jauh mengulik soal lonjakan pelaku tanpa SIM, mari kita tengok sejenak kontribusi pelaku kecelakaan kelompok yang satu ini. Pada 2016, menurut data Korlantas Mabes Polri, kontribusi pelaku tanpa SIM menyentuh 46,71%. Angka itu setara dengan 182 pelaku kecelakaan per hari.

Kontribusi pelaku kecelakaan tanpa SIM juga meningkat pada 2016. Maklum, setahun sebelumnya, kontribusi kelompok yang satu ini sebesar 45,40%. Setiap hari, pada 2015, rata-rata ada 124 pelaku kecelakaan.

Lantas, kenapa pelaku kecelakaan tanpa SIM begitu dominan, bahkan melonjak?

Nah, kalau yang ini bukan data dari Korlantas Mabes Polri, melainkan asumsi saya saja. Kira-kira begini.

Pertama, meruyaknya pengendara anak di bawah umur.
Kelompok pengendara di bawah umur tentu saja belum memiliki SIM. Kalau melihat fakta di sekitar tempat tinggal, jumlah pengendara di bawah umur cukup banyak. Bisa jadi kelompok usia ini turut menjadi pelaku kecelakaan.

Kedua, alasan ekonomi.
Alasan tidak memiliki uang cukup untuk mengurus SIM termasuk yang sering dijumpai di masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan untuk berkendara tak bisa dibendung. Jadilah yang bersangkutan berkendara tanpa SIM.

Ketiga, alasan teknis.
Alasan ini misalnya adalah sulitnya lulus ketika mengikuti ujian SIM. Setelah ikut satu kali, lalu coba lagi dua kali, tidak lulus juga, tidak melanjutkan pengurusan SIM. Namun, tetap berkendara karena kebutuhan hidup.
Teknis lainnya, bisa jadi karena SIM nya hilang. Maksudnya saat terjadi kecelakaan tidak membawa SIM karena SIM nya hilang atau kadaluarsa.

Pada 2016, menurut data Korlantas Mabes Polri, kontribusi pelaku tanpa SIM menyentuh 46,71%. Angka itu setara dengan 182 pelaku kecelakaan per hari.

Pelaku kecelakaan kedua terbesar adalah kelompok pemegang SIM C. Kelompok ini adalah para pesepeda motor. Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan, pada 2016, kelompok ini menyumbang sekitar 24%. Dari sisi kontribusi, tahun 2016 dan 2015 relatif flat.

Oh ya, pada 2016, pelaku kecelakaan dari kelompok SIM C melonjak sekitar 42% dibandingkan tahun 2015. Bila pada 2015 setiap hari rata-rata 65 kecelakaan, setahun kemudian menjadi 92 kecelakaan dipicu pelaku kelompok ini. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: