Skip to content

Komentar Mengejutkan Pesepeda Motor di Garis Setop

4 Januari 2017

zebra-cross-mobil-motor2

BERAGAM kendaraan bermotor hilir mudik di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Permukaan aspal jalan yang mulus dan lebar membuat pengendara di dua arah melaju dengan nyaman.

Mereka mulai melambat saat mendekati perempatan jalan, baik yang menuju ke arah Pasar Hek, maupun yang ke arah pintu gerbang utama TMII. Saat lampu pengatur lalu lintas jalan berwarna merah, mereka pun berhenti. Persoalannya, tak sedikit yang berhenti melampaui garis setop.

Pemandangan seperti itulah yang saya temui, baru-baru ini. Tak semata sepeda motor yang melibas marka jalan itu. Ada mobil pribadi, angkutan umum, bahkan kendaraan dinas.

Ironisnya, termasuk yang dilibas adalah marka zebra cross, yakni tempat pedestrian menyeberang jalan. Tak jarang, pedestrian yang menyeberang harus berjalan di sela-sela kendaraan bermotor yang dengan gagah menjarah marka tadi.

Hari itu seperti biasa saat lampu merah saya berhenti di belakang garis setop. Namun, tiba-tiba di sebelah kanan saya berhenti sepeda motor jenis skutik. Penumpangnya seorang pria. Dia berhenti persis di sebelah kanan saya. Awalnya yang saya tidak memperhatikan pria tadi.

“Mereka tidak tahu apa yah, sekarang kan sudah dipasang kamera,” sergah pria tadi tiba-tiba.

Mengingat hanya kami berdua di belakang garis setop itu, praktis saya menduga sang pria tadi berbicara kepada saya. Langsung saya respons, mungkin mereka belum tahu aturan yang ada. Sekilas saya perkirakan pria penunggang skutik tadi berusia sekitar 40 tahunan. Dia berhenti dengan tertib dan sesekali menggelengkan kepala. Entah karena pegal atau iba melihat penjarah marka jalan.

Tak lebih dari satu menit, warna lampu pun berganti hijau. Artinya, kami harus berjalan. Saya sempat pamit pada pria tadi sebelum melenggang lebih dulu.

Di perjalanan sempat saya bertanya-tanya dalam hati, kamera apa yang dimaksud oleh sang bapak tadi. Apakah yang dia maksud adalah CCTV untuk menopang electronic law enforcement (ELE) atau sekadar CCTV yang dipasang diatas tiang lampu jalan di sudut perempatan. Entahlah. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: