Skip to content

Pedestrian Mutlak Waspada Menyeberang di Jalan Ini

2 Januari 2017

zebra-cross-bogor-2016c

LALU LINTAS jalan tampak ramai. Aneka kendaraan bermotor berseliweran. Bahkan, tak ketinggalan kendaraan non-bermotor pun ikut sibuk wira-wiri.
Jantung kota Bogor siang itu cukup ramai. Para wisatawan nampak asyik menikmati Istana Bogor yang berhalaman luas. Di beberapa sudut tampak anak-anak dan orang tua memberi makan wortel kepada Rusa dari balik pagar besi.
Para pedagang wortel memetik rezeki. Sumringah.

Itulah suasana di kawasan Istana Bogor, yakni Istana Presiden yang terletak di Kota Bogor, Jawa Barat. Di sekitar Istana, persisnya di Jl Djuanda, warga mesti ekstra waspada untuk menyeberang jalan. Terlebih di ruas jalan itu arus lalu lintas diberlakukan satu arah.

Kenapa mesti waspada?

“Tombol lampu penyeberangan jalannya rusak pak,” sergah seorang pedagang kaki lima, saat saya hendak menyeberang jalan, Sabtu, 31 Desember 2016.

Tombol itu untuk menghidupkan lampu penyeberangan jalan. Pedestrian yang hendak menyeberang semestinya menekan tombol itu agar lampu berganti menjadi merah bagi para pengendara dan giliran pedestrian menyeberang di marka zebra cross. Praktis, saat saya hendak menyeberang harus penuh kesabaran. “Kasih tanda aja pak, angkat tangan supaya mobilnya berhenti,” tutur pedagang kaki lima tadi.

tombol-penyeberang-jalan-bogor
Tombol penyeberangan jalan yang rusak.

Setelah bersusah payah dan sedikit berdebar, akhirnya bisa menyeberangi Jl Djuanda yang cukup lebar itu. Pemandangan serupa juga saya temui ketika beberapa orang menyeberang secara bersamaan. Agak lebih nyaman karena menyeberang secara berkelompok. Para pengendara lebih mudah diminta pengertiannya. Berbeda dengan ketika saya menyeberang jalan sendirian. Repot.
Oh ya, lokasi tombol lampu penyeberangan jalan itu letaknya persis di samping kantor Walikota Bogor.

Kewaspadaan saat menyeberang jalan menjadi penting guna mencegah kecelakaan lalu lintas jalan. Tentu saja, para pengendara juga dituntut untuk memberi prioritas kepada pedestrian yang hendak menyeberang.

Di Kota Bogor, pada 2015, setiap lima hari terjadi satu kecelakaan lalu lintas jalan, Angka itu turun dibandingkan 2014 yang setiap tiga hari terjadi satu kecelakaan. Sementara itu, setiap dua minggu satu orang meninggal akibat kecelakaan, lebih rendah dibandingkan 2014 yang setiap 10 hari satu orang meninggal dunia.

Jumlah kasus kecelakaan tahun 2015, anjlok sekitar 44% dibandingkan 2014. Sedangkan korban meninggal dunia merosot sekitar 34%. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: