Skip to content

Walikota Muda Ini Ikut Aksi Turun ke Jalan

1 Januari 2017

koster-ja-walikota

WAJAH sang walikota menyiratkan keheranan dan tanda tanya saat saya menyapa dirinya awal Desember 2016. Sebelum pertemuan di salah satu hotel mewah di bilangan Jakarta Selatan itu saya sempat mengirim pesan tertulis via aplikasi WA.

Dalam pertemuan seusai dirinya memperoleh penghargaan sebagai kota finalis Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016, Selasa, 6 Desember 2016 itu, saya lontarkan sebuah gagasan. Waktu itu saya lontarkan ajakan untuk mendukung aksi simpatik yang akan digulirkan di kota yang dipimpinnya.

“Silakan kirim surat saja, nanti kami dukung,” papar Arya Bima, walikota Bogor, saat itu.

Pertemuan singkat itu setidaknya menjadi pijakan saya selanjutnya untuk menggulirkan kampanye keselamatan jalan (road safety) di Kota Hujan. Saya dan bro Rully dari Koster Indonesia berniat menggulirkan aksi simpatik dan sejumlah kegiatan. “Kapan mas kita bisa gulirkan, kami siap mendukung,” ujar bro Rully, beberapa waktu lalu.

Pria muda berambut panjang itu sontak bergerak. Dia menghubungi kantor Walikota Bogor. “Kalau bisa mas Edo hadir yah, kami jadinya bikin aksi Sabtu, 31 Desember 2016. Pak Walikota sudah berjanji akan hadir,” kata bro Rully, Jumat, 30 Desember 2016.

Beberapa jam sebelum tahun 2016 berakhir, saya putuskan untuk meluncur ke Kota Bogor. Jarak tempuh sekitar 40 kilometer dari kediaman saya di Jakarta Timur. Perjalanan saya kali ini ditemani oleh bro Dito, member Bismania Community. Kami bersepeda motor beriringan melintas Jl Raya Bogor hingga ke kawasan pusat kota Bogor.

Mendung sudah menggayut di kawasan kota Bogor, Sabtu, 31 Desember 2016 siang. Lalu lintas jalan di kawasan Jl Djuanda ramai lancar. Persis di depan Balaikota Bogor yang berhadapan dengan Istana Bogor, puluhan anggota Koster Indonesia sudah hadir. Mereka membentangkan spanduk ajakan perilaku aman dan selamat saat berlalu lintas jalan. Saya pun berbaur.

koster-ja-di-bogor-2016-spanduk1
Beragam spanduk yang dipajang berisi pesan ajakan berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Mulai dari ajakan memakai helm bagi para pengendara sepeda motor hingga seruan untuk terus hati-hati saat berkendara agar tidak terlibat kecelakaan.

Sekitar pukul 14.00 WIB sebuah mobil putih mendekat ke lokasi kami berdiri. Tampaknya mobil dinas sang Walikota. Didampingi ajudan, Arya Bima menyambangi kami. Siang itu Walikota memakai baju batik.

Dia pun ikut berbaur. Berdiri dengan kami sambil memegang spanduk kampanye keselamatan jalan.

“Saya mendukung kegiatan kampanye keselamatan jalan buat warga kota Bogor. Kegiatan ini bagus untuk mengingatkan masyarakat pentingnya keselamatan jalan,” ujar Arya Bima, doktor politik jebolan Australian National University Canberra Australia itu.

jarak-aman-di-bogor-arya-bima-rully

Bogor menjadi kota penyangga Jakarta yang jalan rayanya padat oleh kendaraan bermotor. Pergerakan orang dan kendaraan bermotor cukup tinggi. Bogor bagian dari 50 jutaan pergerakan orang per hari di Jabodetabek.

Data yang saya peroleh memperlihatkan bahwa setiap tiga hari terjadi satu kecelakaan lalu lintas jalan di Bogor. Dan, setiap dua minggu satu orang meninggal akibat kecelakaan.

Aksi simpatik kali ini bagian dari upaya menurunkan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Tentu, dimulai dengan membangun kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Pada 2015, Kota Bogor mampu menurunkan tingkat kematian akibat kecelakaan hingga 34%.

Sementara itu, bro Rully mengaku bahwa aksi simpatik kali ini untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat kecelakaan di jalan. “Sekaligus aksi tutup tahun dan menyongsong tahun baru 2017,” tuturnya.

Dia prihatin saat pergantian tahun terjadi banyak kecelakaan. Hal itu karena pengguna jalan lepas kontrol menyambut tahun baru. Bahkan, ada yang bersepeda motor tanpa memakai helm. “Tahun lalu, kita lihat banyak korban kecelakaan di rumah sakit saat malam pergantian tahun,” paparnya.

Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Koster Indonesia dikenal cukup gencar mengkampanyekan keselamatan jalan. Kali ini aksi simpatik digelar di Jl Juanda di depan kantor Walikota Bogor.

“Kami dukung kegiatan kampanye keselamatan jalan,” kata Arya Bima.

Sebelum pria kelahiran 17 Desember 1972 itu meninggalkan lokasi, kami sempat berbincang. Gagasan saya untuk menggulirkan kampanye keselamatan jalan yang lebih terukur diresponsnya. Ide yang akan dijalankan adalah melakukan sosialisasi keselamatan jalan kepada ibu-ibu pengguna sepeda motor, termasuk untuk senantiasa memakai helm saat bersepeda motor. “Wah bagus idenya, kami dukung,” tambah Walikota yang juga dosen pasca sarjana Universitas Paramadina tersebut.

Sepeninggal Walikota, aksi terus bergulir. Sekitar pukul 15.00 WIB kami pun menyudahi aksi simpatik kali ini. “Kita bahas rencana kegiatan selanjutnya yuk,” ajak bro Rully kepada teman-temannya.

Kami pun duduk melinggar di halaman Balaikota Bogor. Langit sudah semakin pekat. Tampaknya hujan akan segera turun.

“Kami berharap nanti bisa bikin kegiatan lagi di Bogor, mas Edo punya beberapa ide,” kata bro Rully membuka perbincangan dengan teman-teman Koster Indonesia.

Saya pun memaparkan tentang gagasan sosialisasi di kalangan ibu-ibu pengguna sepeda motor. Koster Indonesia sebagai motor kegiatan. Walau belum final, saya usulkan agar tahap awal bisa dilaksanakan tiga bulan sekali.

Hari terus berjalan. Saat kami bubar meninggalkan lokasi, gerimis mulai menyapa bumi. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: