Skip to content

Memangnya Penting Pakai Sepatu Saat Bersepeda Motor?

30 Desember 2016

sepatu-motor4

PERTANYAAN di atas pernah terucap dari seorang pesepeda motor di Jakarta. Waktu itu konteksnya, bersepeda motor saat hujan. Lalu, merembet ke soal naik motor untuk jarak dekat.

Untuk soal jarak, masih belum ada kesepakatan berapa jarak yang dimaksud. Satu kilometer kah? 500 meter kah? Atau, 200 meter?

“Misalnya, dari rumah ke depan kompleks perumahan,” kata dia, pada suatu ketika, penghujung November 2016.

Balik lagi soal pemakaian sepatu.

Sepatu dipakai untuk membuat bersepeda motor lebih nyaman dan selamat. Bahkan, kini juga meluas bahwa sepatu bagian dari gaya hidup (life style). Kian trendy sepatu yang dipakai, kian terkatrol kelas sosial sang pemakai. Katanya.

Secara umum, memakai sepatu lebih nyaman ketimbang tanpa alas kaki, bahkan jika dibandingkan memakai sandal jepit. Kaki tidak dihembus oleh angin secara terus menerus dan tidak terkena air secara langsung, jika berkendara saat hujan sedang. Bagi saya juga begitu. Rasanya lebih nyaman. Tambah percaya diri.

Nah, kalau soal keselamatan, peran sepatu memperkecil risiko lebih buruk ketika terjadi benturan. Jari jemari dan telapak kaki tidak bersentuhan langsung dengan obyek benturan.

Argumentasi untuk soal penting tidak penting terkait pemakaian sepatu saat bersepeda motor bisa muter-muter. Walau, kerangka berpikirnya sangat sederhana, yakni tidak ada aturan yang mewajibkan memakai sepatu saat bersepeda motor. Hemmmm….

Betul bahwa regulasi yang berlaku saat ini tidak mewajibkan pemakaian sepatu. Mirip dengan sarung tangan, jaket, celana hingga baju.

Regulasi yang berlaku, yakni Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan pesepeda motor memakai helm. Alat perlindungan diri, khususnya bagian kepala itu bahkan diwajibkan yang sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI).

Tidak ada aturan yang mewajibkan pesepeda motor memakai baju dan celana. Tapi, para pesepeda motor memakai baju dan celana ketika berkendara karena etika dan estetika, tentu juga kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan.

Mana ada orang bersepeda motor di perkotaan di Indonesia nekat tanpa busana. Bisa runyam urusannya. Kalau pun ada, bisa dibilang fenomena langka. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 2 Januari 2017 09:58

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: