Skip to content

Dokar Tak Bersalah Berantakan Dihantam SUV

28 Desember 2016

garis-polisi-awan

KECELAKAAN lalu lintas jalan bisa menimpa siapa saja, tak terkecuali kendaraan non-bermotor. Sebuah dokar luluh lantak dihajar mobil yang lepas kendali. Buntutnya, selain penumpang dokar meninggal dunia dan luka-luka, kuda penarik dokar pun ikut tewas.

Kejadian bermula ketika sebuah mobil sport utility vehicle (SUV) level bawah lepas kendali. Bukan tanpa alasan mobil itu melaju ugal-ugalan. Sebelum menghantam dokar, mobi melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengejar mobil lain bak balapan. Namun, di salah satu sudut jalan, SUV itu terhalang sepeda motor sehingga harus mendahului. Ironisnya, sang pengemudi mobil justeru menyerempet sepeda motor. Dan, akhirnya lepas kendali menghantam dokar. Mobil baru berhenti setelah menabrak pohon.

“Saya tiba-tiba jatuh dari motor dan saya lihat mobil menabrak dokar, lalu menabrak pohon,” ujar seorang saksi yang sekaligus korban kecelakaan.

Di dalam dokar ada sejumlah penumpang, satu di antaranya meninggal dunia. Lainnya menderita luka, termasuk sang kusir. Posisi dokar ada di kanan jalan.

Peristiwa siang itu membuat banyak pihak menderita. Bahkan, sang pengemudi mobil pun harus memikul hukuman yang tidak ringan. Selain tentu saja memikul kerugian material, sang pengemudi pun lantas dibidik dengan sanksi pidana.

Tak tanggung-tanggung, Baski, kita sama saja demikian, dibidik dengan pasal 310 ayat tiga dan empat Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal itu mengganjar pengemudi yang lalai, lalu menimbulkan kecelakaan lalu lintas jalan serta menimbulkan korban luka berat dan meninggal dunia.

Setelah melewati sejumlah proses pengadilan, Baski divonis dengan hukuman pidana penjara dua belas bulan. Tentu bukan suatu hal yang ringan. Jangankan dua belas bulan, satu minggu saja kita ‘terpenjara’ di kamar, rasanya tidak enak. Apalagi harus menginap di balik hotel prodeo.

Kasus ini mengajarkan kita tentang pentingnya melaju sesuai dengan ketentuan yang ada. Di area lokasi kejadian batas kecepatan maksimal adalah 40 kilometer per jam (kpj), sedangkan sang mobil menembus angka 80 kpj.

Di sisi lain, keputusan kita untuk mendahului di jalan raya, tidak bisa gegabah. Setidaknya ada lima variabel yang mesti diperhatikan dan benar-benar aman, barulah keputusan mendahului dilakukan. Kalau saya, setidaknya 90% merasa aman, barulah berani mendahului.

Variabel tadi mencakup pergerakan kendaraan yang hendak didahului, arus kendaraan dari arah belakang dan depan, serta pergerakan orang dari sisi kanan maupun kiri jalan. Terakhir, kondisi jalan yang akan dilalui. Tentu ini variabel minimal. Belum lagi kondisi cuaca, misalnya. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: