Skip to content

Sopir Bus Lalai Bikin Pesepeda Motor Terkulai

25 Desember 2016

garis-polisi-awan1

BUS antar kota melaju di jalan yang lurus dan mayoritas mulus. Di depan bus tampak sejumlah kendaraan lain. Ada sepeda motor, becak, dan mobil angkutan barang. Cuaca tampak cerah.

Pengemudi bus bersiap-siap mendahului. Merasa cukup aman, sopir pun tancap gas.

Awalnya tidak ada apa-apa. Tapi, kesemua itu tak berlangsung lama. Saat bus merangsek ke kanan jalan, dari arah berlawanan datang mobil boks. Tabrakan dapat dihindari karena mobil boks banting stir ke kiri.

Petaka terjadi ketika dari belakang bus ternyata ada pesepeda motor. Bus yang melibas marka jalan menyambung posisinya terlalu ke kanan. Bus akhirnya menghantam motor. Brakkk!

Bukannya menghentikan bus dan menolong korban, pengemudi bus justeru tancap gas. Entah apa yang ada di benak sang pengemudi. “Kami coba mengejar pake motor, tapi kalah cepat, bus ngebut,” tutur seorang saksi mata.

Belakangan bus dapat dihentikan, jauh dari lokasi kecelakaan. Sang pengemudi dicokok dan jadi pesakitan.

Perjalanan mencari keadilan pun harus dilalui oleh pengemudi tadi. Walau sudah berdamai dengan keluarga korban serta memberi santunan sekitar Rp 11 juta, sang sopir, kita sebut saja Budiamandy, harus menghadapi tuntutan jaksa. Tidak tanggung-tanggung, dia dituntut pidana penjara satu setengah tahun.

Setelah melalui proses pengadilan, majelis hakim bercerita lain. Sang pengemudi bus dinilai lalai dan melanggar pasal 310 ayat 4, Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang LLAJ. “Terdakwa terbukti bersalah dan divonis dua belas bulan penjara,” kata majelis hakim.

Tentu bukan persoalan ringan. Nyaris tak ada pengguna jalan yang ingin celaka di jalan. Apalagi, harus meringkuk di bali jeruji besi lantaran menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan.

Ironis memang, risiko di jalan raya kalau tidak nabrak, bisa ditabrak. Bedanya, satunya sebagai pelaku, sedangkan satunya menjadi korban.

Dalam kasus Budiamandy, korban meregang nyawa ditabrak bus. Sepeda motor korban dapat diperbaiki setelah pelaku memberi biaya perbaikan motor yang rusak. Tapi, nyawa korban tak bisa kembali. Orang-orang tercinta kehilangan selama-lamanya. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 25 Desember 2016 22:18

    Andai saja setiap pengguna jalan itu mau bersabar dan patuh terhadap aturan, tentunya tidak akan banyak memakan korban seperti diceritakan pada artikel di atas; sopir bus lalai bikin pesepeda motor terkulai. — miris membacanya 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: