Skip to content

Pedestrian di Jakarta Selalu Mengalah

24 Desember 2016

pedestrian-trotoar-gatsu-2016

SORE perlahan beranjak menuju malam di kawasan bisnis Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Lalu lintas jalan ramai lancar. Sedangkan cuaca di langit Desember 2016 tampak cerah.

Sore hari biasanya menjadi jam-jam sibuk warga Jakarta. Terutama bagi mereka yang hendak pulang ke rumah usai beraktifitas seharian. Di kawasan Jl Gatot Subroto jelang fly over Kuningan, Jakarta Selatan dari arah Semanggi saya melihat pemandangan orang berlalu lalang, tentu saja selain derasnya arus kendaraan bermotor.

Kali ini agak berbeda. Trotoar jalan yang biasanya dilalui pedestrian sedang ada kegiatan pemasangan pipa air bersih. Praktis para pedestrian berjalan kaki hingga ke badan jalan raya. Riskan memang.

Di atas trotoar tampak gundukan tanah galian. Tampak pula gulungan kabel yang sebelumnya tertanam di dalam tanah. Entah kabel apa.

Di sudut lain tampak sejumlah pekerja berompi oranye sedang sibuk. Mereka bagian dari kegiatan pemasangan pipa air. Tampak juga genset dan sejumlah pipa berukuran besar. Beberapa papan pengumuman permintaan maaf atas adanya kegiatan itu juga tampak terpasang di beberapa titik trotoar.

Para pedestrian tentu saja memaafkan kegiatan yang demi kepentingan orang banyak. Berbeda dengan penjarahan trotoar oleh para pengendara atau pedagang kaki lima. Pedestrian risih menghadapi penjarahan seperti itu. Selain merampas hak orang lain demi kepentingan pribadi, juga berisiko memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Tetap saja pedestrian harus mengalah. Mereka tak melawan dengan brutal ketika haknya dirampas dan diinjak-injak. Satu dua orang dari pedestrian coba mengingatkan dan mengajak agar tidak saling merampas hak.

Mereka yang mengkampanyekan trotoar adalah hak pedestrian datang dari beragam kalangan. Ada aktivis, ada anggota komunitas, bahkan seorang anak di bawah umur di Semarang, Jawa Tengah melakukannya seorang diri. Pesan mereka sama bahwa di jalan raya semua ada porsinya.

Tahukah kita bahwa hak pedestrian dilindungi oleh Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)?

Inti dari UU tersebut menyatakan bahwa negara wajib menyediakan fasilitas bagi pejalan kaki, salah satunya trotoar. Kendaraan bermotor dilarang melintas ditrotoar. Bagi pelanggar tentu saja ada ancaman sanksi. Apakah aturan itu berjalan? (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: