Skip to content

Lima Hal yang Sering Disepelekan Saat Touring

21 Desember 2016
SAMSUNG DIGIMAX A403

SAMSUNG DIGIMAX A403

SAAT musim libur tiba, banyak kelompok pesepeda motor yang menggelar touring, alias naik motor beramai-ramai keluar kota. Selain menikmati keindahan alam, touring juga merekatkan kebersamaan anggota kelompok. Semua menjadi indah.

Pilihan lokasi tujuan touring amat beragam. Mulai dari pegunungan, pantai, hingga kota-kota bersejarah yang eksotis. Begitu juga dengan jarak tempuh. Ada yang sebatas puluhan kilometer, ratusan, bahkan hingga ribuan kilometer. Semua ditentukan sesuai kemampuan kelompok touring.

Tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang tanpa disadari disepelekan saat touring, namun sesungguhnya bisa berefek fatal?

Mari kita telusuri satu per satu.


1. Manajemen perjalanan.

Touring butuh persiapan, baik itu mengelola saat perjalanan maupun kegiatan di lokasi tujuan. Terkait perjalanan, kerap hal yang disepelekan adalah seputar informasi seperti rute, lokasi istirahat hingga lokasi tujuan. Tak jarang kita mendengar masalah kesasar, anggota yang terpisah dari kelompok hingga keterlambatan tiba di tujuan maupun berantakannya susunan acara yang sudah dirancang.

Manajemen perjalanan yang tak jarang disepelekan adalah bagaimana iring-iringan motor touring menjadi panjang. Maksudnya, saking panjangnya justeru meminta prioritas kepada pengguna jalan yang lain. Ini menjadi berlebihan mengingat esensi touring adaah bersenang-senang, sedangkan yang mendapat prioritas adalah kelompok pengguna jalan yang penting dan genting.

Masih soal manajemen perjalanan. Pernah terjadi motor yang ditetapkan sebagai pimpinan atau kondang disebut road captain (RC) didahului oleh anggota kelompok hanya alasan ingin ngebut. Ini menunjukan penyepelean akan manajemen perjalanan.

2. Mengabaikan waktu tidur.
Istirahat tidur kerap diabaikan tanpa sengaja. Misal, karena keasyikan menikmati keindahan alam atau mengikuti kegiatan yang sudah dirancang, atau kegiatan spontan. Walau, mengabaikan waktu tidur juga terjadi menjelang keberangkatan. Tentu, mengabaikan waktu tidur ketika sudah ditujuan touring bisa merepotkan saat perjalanan pulang ke kota asal.
Jangan lupa bahwa mengantuk saat berkendara amat berisiko membuka celah lebar terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Sudah banyak contoh kasus kecelakaan yang dipicu saat ngantuk termasuk ketika menjalankan aktifitas touring keluar kota.

3. Akses informasi penting.
Nomor-nomor telepon penting seperti kepolisian dan rumah sakit kerap diabaikan saat touring. Sesungguhnya nomor-nomor tersebut sebagai upaya preventif jika touring menghadapi kendala yang tidak diingin, misalnya kecelakaan lalu lintas jalan.

4. Menjaga lingkungan lokasi touring.
Saat di lokasi touring hal yang kadang disepelekan terkait dengan masalah sosial di sekitar lokasi. Termasuk juga soal menjaga kebersihan. Membuang sampah sembarangan atau membunyikan musik keras-keras bisa mengusik kenyamanan warga sekitar.

5. Pendokumentasian touring.
Dokumentasi kegiatan, rute, lokasi hingga peserta touring kerap tercecer. Padahal, pendokumentasian yang baik dapat menjadi rekam jejak sekaligus rujukan ketika menggelar touring selanjutnya. Pengalaman adalah guru yang baik. Pendokumentasian touring bisa berupa foto, video atau tulisan maupun gabungan ketiganya.

Bisa jadi ada hal lain yang sejatinya penting, namun disepelekan. Pastinya, jangan lupa, hal gede kerap kali diawali oleh persoalan yang dianggap sepele. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: