Skip to content

Ini Bukti Bahwa Kecelakaan Bisa Terjadi di Area Wisata

20 Desember 2016

laka-tmii-motor-2016c

WAJAH perempuan paruh baya itu tampak pucat. Dia terduduk lemas di atas aspal jalan. Kecelakaan yang baru saja dia lalui membuatnya shock.

Sore itu saya dan sejumlah teman baru saja akan meninggalkan kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Maklum, cuaca sudah mendung dan rintik hujan sudah mulai menyapa bumi. Di sisi lain, aktifitas yang kami gelar sejak pagi sudah rampung.

Tiba-tiba, saat saya hendak menghidupkan mesin sepeda motor terdengar bunyi keras, brakkk!

Suara tadi diiringi oleh jeritan dan teriakan beberapa orang. Sontak perhatian tertuju pada sumber bunyi tadi.

Sebuah sepeda motor tampak menindih sepeda kayuh. sejumlah orang berupaya mengangkat sepeda motor itu dan meminggirkannya dari area jalan. Dan, sang ibu seperti di awal tulisan ini tampak masih terduduk lemas.

Berdasarkan data Korlantas Mabes Polri, kecelakaan yang terjadi di kawasan wisata menyumbang sekitar 1% terhadap total kecelakaan di Tanah Air.

“Kaki sang ibu tertimpa sepeda motor,” tutur Tessa, ketua Monkey Road yang saat kejadian, Sabtu, 17 Desember 2016 memapah sang ibu menepi.

Dia tak sendiri, ada Mario, ketua Skills Jakarta yang ikut memapah. Dua orang lainnya dari Independent Bikers Club (IBC) membantu arus kendaraan agar tak mengganggu proses evakuasi.

Posisi saya berkisar 30-50 meter dari lokasi kejadian. Empat orang kolega saya tadi posisinya lebih dekat ke lokasi sang ibu. Mereka langsung merespons kecelakaan di area wisata populer di Jakarta itu.

“Sang ibu adalah penumpang pesepeda motor, sebagai pengendara adalah seorang pria. Motor coba menghindar pesepeda kayuh,” kata Tessa lagi.

Saat itu saya sempat melihat sepeda motor yang terjatuh dan menimpa sepeda kayuh. Sang pengendara tak mengalami cedera, sedangkan sang penumpangnya tidak mengalami cedera serius. Begitu juga dengan pesepeda kayuh.

Ini satu fakta lagi bahwa kecelakaan dapat terjadi di mana saja, termasuk di area kawasan wisata. Arus lalu lintas di TMII yang diresmikan pada 1978 itu bukanlah merupakan jalan raya yang ramai oleh lalu lintas kendaraan bermotor. Infrastruktur jalan yang ada untuk menghubungkan satu anjungan dengan anjungan yang lain.

Berdasarkan data Korlantas Mabes Polri, kecelakaan yang terjadi di kawasan wisata menyumbang sekitar 1% terhadap total kecelakaan di Tanah Air. Setiap hari, rerata terjadi dua kasus kecelakaan di kawasan wisata. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 20 Desember 2016 17:38

    kecelakaan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja… jadi waspadalah..waspadalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: